BNPB Pusat Mencatat Update Terbaru Korban Bencana Sumatera

BNPB Pusat30 Dilihat

wahanainformasi.com – Sukabumi – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, hingga Jumat (5/12/2025), korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebut pada hari ini tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan 31 jasad dalam operasi pencarian korban hari ini di tiga provinisi tersebut.

Data yang masuk pada hari Jumat, 5 Desember 2025. Upaya pencarian dan pertolongan korban di tiga provinsi terus dilakukan,” kata Abdul dalam konferensi pers secara daring, Jumat.

“Alhamdulillah pada hari ini menemukan 31 jenazah, tentu saja ini harus mengucapkan simpati, Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun,” imbuhnya.

Dengan rincian, di Sumatera Utara pada hari ditemukan satu jenazah, Sumatera Barat 10 jenazah, dan Aceh 20 jenazah.

Ia menuturkan, dengan penambahan 31 jenazah korban yang ditemukan hari ini, membuat total korban meninggal dunia akibat bencana di pulau Sumatera itu mencapai 867 orang.

Total di tiga provinsi ini 867 korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Rinciannya, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa tertinggi, yakni sebanyak 345 orang meninggal.

Sementara Sumatera Utara, total korban meninggal dunia hingga hari ini mencapai 312 jiwa. Dan Sumatera Barat sebanyak 210 korban jiwa.

Seperti diketahui, bencana banjir dan longsor terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada akhir November 2025 lalu.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memastikan penanganan pasca-bencana tiga provinsi di Pulau Sumatra dilakukan dengan kekuatan secara nasional.

“Jadi yang selama ini terjadi adalah seluruh kementerian dan lembaga diperintahkan Bapak Presiden termasuk TNI/Polri ya, BNPB dan semua komponen untuk mengerahkan sumber daya yang ada semaksimal mungkin untuk menangani bencana di Sumatera ini,” tegas Pratikno, Rabu (3/12).

Jadi sekali lagi, ini penanganannya benar-benar penanganan full, kekuatan secara nasional.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *