Wahanainformasi.com – Sukabumi, Selasa, 22/06/2026 – Maraknya dugaan penyelewengan anggaran ketahanan pangan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) memicu perhatian serius dari Ketua Umum Persatuan Wartawan Ciber Indonesia. Berbagai modus manipulasi anggaran kini tengah dibongkar karena dinilai merugikan masyarakat desa.
Praktik culas dalam pengelolaan dana ini ditemukan dalam berbagai bentuk modifikasi di lapangan. Mulai dari penggelembungan harga (markup) pengadaan barang, dana yang dialihkan untuk modal usaha pribadi pengurus, hingga anggaran yang sengaja diendapkan di rekening dengan berbagai alasan tidak logis agar terhindar dari pengawasan.
“Semua modus ini jelas menabrak aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Kami ingatkan dengan tegas kepada seluruh pengelola Bumdes, anggaran yang Anda terima adalah uang rakyat dan wajib dipertanggungjawabkan. Jangan pernah main-main dengan dana ketahanan pangan!” tegas Ketua Umum Wartawan Siber Indonesia.
Menyikapi fenomena ini, Wartawan ciber Indonesia tidak tinggal diam. Saat ini, tim jurnalis siber tengah menerjunkan tim khusus untuk melakukan kajian mendalam serta investigasi langsung di beberapa kecamatan guna memeriksa realisasi anggaran tersebut.
Hasil dari investigasi lapangan ini nantinya akan disusun menjadi laporan resmi. Dokumen tersebut bakal diserahkan langsung kepada instansi terkait, mulai dari pihak Pemerintah Kecamatan hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
“Jika dalam hasil investigasi nanti ditemukan indikasi kuat adanya tindakan korupsi, kami tidak akan segan-segan untuk langsung melaporkan temuan tersebut kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar diproses secara pidana,” pungkasnya.










