Wahanainformasi.com – Sukabumi Kota – Pembinaan Seni dan Budaya merupakan tanggungjawab semua pihak. Termasuk pelestarian seni bela diri silat, di Kota Sukabumi menjadi kegiatan yang sudah tersusun rapi dalam program pelestariannya.
Untuk itu, Disporapar Kota Sukabumi resmi menggelar Kejuaraan Pencak Silat Seni II Disporapar Kota Sukabumi yang dilaksanakan pada tanggal 8-10 Juli 2026, bertempat di Gedung Juang 45.

Ketua Panitia Kejuaraan, Drs. H.M. Helmi Sutikno, M.M., MBA., CQM., dari Padepokan Pencak Silat Sangka Buana Indonesia yang juga menjabat Sekretaris Jenderal IPSI Provinsi, menjelaskan kejuaraan ini diikuti oleh 182 peserta dari 13 perguruan. Dan penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang telah disusun oleh panitia selama satu tahun.
Menurutnya, Kota Sukabumi menargetkan sedikitnya enam event pencak silat setiap tahun, mulai dari Wali Kota Cup, Dispora Cup, Dandim Cup, Kapolres Cup, IPSI Cup, hingga kejuaraan yang melibatkan kalangan pesantren.
Tujuannya bukan hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda dunia milik Indonesia. Jangan sampai negara lain mengambil atau mengklaim budaya yang telah diakui dunia ini. Salah satu bentuk pertahanan adalah dengan terus menggelar event secara rutin,” ujar Helmi.
Helmi juga mengungkapkan bahwa Kota Sukabumi, meskipun luas wilayahnya kecil, tapi dalam rangka pelestarian budaya bukan benda seperti silat menjadi prioritas dalam pelestariannya karena untuk mencari bibit – bibit muda yang dapat menjadi penerus dalam melestarikan seni beladiri silat ini.
Awal persiapan kejuaraan ini, dengan pembentukan panitia, kemudian mengajak seluruh paguron atau perguruan pencak silat untuk terlibat aktif. Langkah tersebut dinilai penting sebagai pembinaan internal agar seluruh perguruan tetap eksis melalui kompetisi yang sehat.”
Kejuaraan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan event sebagai bagian dari pembinaan olahraga prestasi dan pelestarian budaya daerah.

Sementara itu, Faisal Sarif, Ketua Pakar yang mewakili Ketua Umum IPSI sekaligus Ketua Pengarah Festival, menegaskan pentingnya menjaga pencak silat sebagai identitas bangsa Indonesia.
Sementara itu, Faisal Sarif, Ketua Pakar yang mewakili Ketua Umum IPSI sekaligus Ketua Pengarah Festival, menegaskan pentingnya menjaga pencak silat sebagai identitas bangsa Indonesia.
Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda melalui nilai-nilai disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan penghormatan terhadap budaya bangsa.
Dukungan penuh juga datang dari H. M. Muraz S.H. M.M sebagai Ketua Pengcab IPSI Kota Sukabumi, dengan menyiapkan para juri-juri yang handal dan berkualitas. Kegiatan ini juga dilaksanakan oleh perangkat kejuaraan, diantaranya: Ita Yopita, Ine Kurnia, SE, Nurjanah M.S, Nina Suciatina dan Intan Agustiani. S.Pd.
Ine Kurnia ,S.E menuturkan: “Kami sebagai tim perangkat Kejuaraan Pencak Silat Seni II ini berkomitmen bekerja secara professional demi menciptakan potensi Pesilat muda yang profesional.”
Korlip Kota Smi: Nina S










