Wahanainformasi.com – Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengembangkan potensi kambing perah sebagai bagian dari upaya memperluas sumber produksi susu nasional. Salah satunya melalui pengembangan kambing Saanen di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden, Jawa Tengah.
Kambing Saanen merupakan ras asal Swiss yang dikenal memiliki kemampuan produksi susu tinggi. Di Indonesia, pengembangannya diarahkan untuk menghasilkan bibit berkualitas yang dapat dimanfaatkan peternak dalam mengembangkan usaha kambing perah.
Secara fisik, kambing Saanen memiliki bulu berwarna putih atau krem muda, tubuh relatif besar, serta karakter yang jinak. Dengan manajemen pemeliharaan yang baik, kambing ini disebut mampu menghasilkan susu sekitar tiga liter per ekor per hari.

Di BBPTU-HPT Baturraden, pengembangan Saanen dilakukan dengan menjaga kualitas genetik, kesehatan ternak, dan proses pembibitan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) Saanen Indonesia. Saat ini, populasi kambing Saanen yang dipelihara mencapai 582 ekor, dengan potensi sekitar 250 ekor bibit yang dapat disalurkan kepada masyarakat sesuai ketersediaan.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Hary Suhada, mengatakan pengembangan kambing Saanen merupakan bagian dari upaya Kementan menyediakan sumber bibit ternak perah yang berkualitas sekaligus membuka peluang usaha baru bagi peternak.
“Pengembangan kambing Saanen ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian menyediakan bibit ternak perah yang berkualitas bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bibit yang dihasilkan tidak hanya memiliki mutu genetik yang baik, tetapi juga sehat, produktif, dan dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi usaha peternak di daerah,” ujar Hary usai mengikuti acara peresmian Pasar Hewan Jonggol di Kabupaten Bogor, Kamis (6/8/2026).
Menurut Hary, pengembangan bibit tidak berhenti pada penyediaan ternak di balai. Yang lebih penting adalah bagaimana bibit tersebut dapat berkembang menjadi populasi produktif di tingkat peternak sehingga memberikan manfaat ekonomi dan ikut mendukung peningkatan produksi susu dalam negeri.
“Kami berharap bibit yang disalurkan dapat berkembang di tingkat peternak dan menjadi sumber populasi baru yang produktif. Semakin banyak peternak yang memiliki akses terhadap bibit berkualitas, semakin besar pula peluang kita meningkatkan produksi susu sekaligus membangun usaha peternakan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Di kantornya, Kepala BBPTU-HPT Baturraden, Dani Kusworo, mengatakan pengembangan kambing Saanen tidak hanya bertujuan untuk peningkatan produktivitas susu kambing tetapi juga membuka peluang bagi peternak untuk memperoleh bibit perah berkualitas dari pemerintah.
“Kami terus menjaga kualitas bibit agar ternak yang dihasilkan sehat, produktif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi peternak. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan usaha kambing perah dengan bibit unggul,” ujar Dani, Jumat (7/8/2026).
Bagi masyarakat yang ingin memperoleh bibit kambing Saanen, proses pengajuan dilakukan melalui BBPTU-HPT Baturraden. Calon pembeli dapat mengajukan surat permohonan kepada Kepala BBPTU-HPT Baturraden melalui surat elektronik atau faksimile, atau datang langsung dengan menyertakan rekomendasi atau mengetahui dari dinas yang membidangi peternakan di kabupaten/kota.
Setelah permohonan diproses dan bibit tersedia, balai akan menghubungi pemohon untuk melanjutkan tahapan berikutnya. Pembeli kemudian menandatangani kontrak kerja sama dan melakukan pembayaran melalui sistem e-billing sesuai harga yang ditetapkan.
Setelah pembayaran terverifikasi, bibit yang telah dinyatakan memenuhi standar akan disiapkan untuk diserahterimakan beserta dokumen pendukung.
Meski jumlah bibit yang tersedia masih terbatas, keberadaan kambing Saanen di BBPTU-HPT Baturraden menjadi salah satu aset pembibitan ternak perah yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas populasi kambing perah produktif di masyarakat.
Pengembangan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan untuk memperluas basis produksi susu nasional. Kementan sebelumnya menempatkan peningkatan populasi dan produktivitas ternak perah sebagai bagian penting dalam membangun kemandirian susu nasional.
Dengan dukungan bibit unggul, manajemen pemeliharaan yang baik, serta akses peternak terhadap pasar, pengembangan kambing Saanen diharapkan tidak berhenti sebagai program pembibitan di balai. Dari Baturraden, bibit tersebut diharapkan berkembang menjadi populasi baru di berbagai daerah dan memberikan manfaat ekonomi bagi semakin banyak peternak.










