Wahanainformasi.com – SUKABUMI – Pembangunan proyek revitalisasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Cisolok yang berlokasi di Jalan Raya Cikelat Kilometer 03, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan. Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, ditemukan sejumlah indikasi minimnya pengawasan serta pelanggaran terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Program revitalisasi sekolah menengah atas merupakan salah satu bantuan pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Di Kabupaten Sukabumi sendiri, puluhan satuan pendidikan mendapatkan kucuran dana tersebut pada tahun 2026 ini. Namun, implementasi di lapangan khususnya di SMAN Cisolok reportedly mengalami kendala dalam hal manajemen konstruksi.

Saat dikonfirmasi di lokasi, Minggu, 9/08/2026, terlihat bahwa aktivitas pembangunan berjalan tanpa kehadiran mandor maupun pelaksana teknis secara konsisten. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas hasil pekerjaan dan ketepatan waktu penyelesaian proyek.
Lebih memprihatinkan lagi, para pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti helm keselamatan, rompi reflektif, atau sepatu safety. Hal ini jelas bertentangan dengan prinsip K3 yang wajib diterapkan dalam setiap proyek konstruksi, terutama yang melibatkan pekerjaan berisiko tinggi.
“Kami melihat langsung di lapangan, tidak ada mandor yang mengawasi, pekerja pun bekerja tanpa APD. Ini sangat berbahaya dan bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja,” ujar seorang warga sekitar yang memantau jalannya proyek.
Minimnya pengawasan di lapangan dikhawatirkan dapat berdampak pada penggunaan anggaran yang tidak efisien serta hasil bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Masyarakat setempat berharap Dinas Pendidikan dan instansi terkait di Kabupaten Sukabumi segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan penertiban agar proyek revitalisasi ini dapat berjalan sesuai prosedur dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa-siswi SMAN Cisolok.
Dan untuk antisipasi dampak kecelakaan kerja, diduga SMUN 1 Cisolok tidak mendaftarkan para pekerja ke dalam asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga hak-hak pekerja juga diabaikan oleh pelaksana proyek SMUN 1 Cisolok ini.
Terkait hasil kunjungan awak media wahana informasi ke SMUN 1 Cisolok, Humas SMUN 1 Cisolok memberi jawaban: “Terima kasih atas informasinya. Mengenai kegiatan di SMAN 1 Cisolok, seluruh pekerjaan berjalan sesuai dengan kontrak dan pengawasan dinas terkait.
Dan saat awak media menanyakan identitas pengawas dari dinas terkait, pihak SMUN 1 Cisolok tidak mau memberi tahu, sehingga awak media tidak dapat menanyakan apa iya semua pelaksanaan teknis dan standar keamanan pekerja sudah sesuai prosedur atau tidak.










