Wahanainformasi.com – *SUKABUMI* – Seorang santri Sekolah Penghafal Qur’an (SPQ) At-Tartil di Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dilarikan ke rumah sakit setelah terkena anak panah saat kegiatan latihan, Jumat (18/9/2026) sore.
Korban diketahui berinisial AR (14). Ia harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sekarwangi Cibadak akibat luka tusuk anak panah.
Humas RSUD Sekarwangi Cibadak, Irman Firmansyah Saputra, membenarkan adanya pasien dari SPQ At-Tartil Nagrak yang masuk ke IGD sore tadi.
“Korban tiba sekitar pukul 16.00 WIB dengan luka akibat terkena anak panah dan langsung ditangani tim medis,” ujar Irman kepada wartawan, Jumat sore.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun pihak rumah sakit, insiden terjadi saat berlangsung latihan panahan di lingkungan pesantren. Latihan tersebut diikuti sejumlah santri bersama ustazah.
Nahas, lokasi latihan panahan diketahui berdekatan langsung dengan area kolam renang pesantren. Saat kejadian, korban disebut tengah berenang dan tidak terlibat dalam latihan.
“Intinya ada yang lagi latihan panah. Muridnya sama ustazah lagi latihan. Nah, si korban yang terpanah lagi mandi katanya, lagi berenang. Berdekatan lapangan panah sama kolam renangnya,” kata Irman.
Irman menyebut, dari keterangan awal, kejadian tersebut diduga tidak disengaja atau accidental. Pihak rumah sakit sendiri fokus pada penanganan medis korban yang hingga malam ini masih menjalani perawatan dan pemantauan.
Sementara itu, kronologi lengkap dan pertanggungjawaban terkait standar keamanan latihan panahan di lingkungan SPQ At-Tartil Nagrak masih menunggu keterangan resmi dari pihak pesantren.




















