wahanainformasi.com – Sukabumi – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi meningkatkan pengembangan komoditas kopi dengan membentuk sentra produksi baru di sejumlah kecamatan. Program ini dilaksanakan untuk mengembalikan kejayaan kopi sebagai produk unggulan daerah, sesuai arahan Bupati Sukabumi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menyampaikan bahwa pengembangan lima tahun ke depan akan diprioritaskan pada Kecamatan Gegerbitung, Sukaraja, dan Nyalindung. Ketiga kecamatan tersebut dinilai memiliki daya dukung lahan yang optimal bagi budidaya kopi arabika dan robusta.
Pembentukan sentra ini menjadi langkah strategis untuk membangkitkan kembali kopi Sukabumi. Komoditas ini memiliki potensi besar yang tersebar di 18 kecamatan,” ujarnya kepada awak media, Senin (1/12/25).
Berdasarkan data Dinas Pertanian, terdapat lebih dari 1.000 petani kopi di Kabupaten Sukabumi dengan total luas lahan sekitar 550 hektare. Selain itu, komoditas kopi juga dikembangkan oleh enam perkebunan swasta yang aktif berproduksi.
Meski luasan lahan terus berkembang, tantangan utama masih berada pada kualitas SDM dalam pengolahan pascapanen, terutama pada proses fermentasi. Menurut Asep, pemahaman dan keterampilan petani pada tahap ini sangat berpengaruh terhadap cita rasa dan mutu akhir kopi.
“Kesalahan kecil dalam proses fermentasi dapat berdampak signifikan pada rasa. Oleh karena itu, pembinaan kami lakukan secara berkelanjutan, mulai dari teknik tanam, panen, hingga pengolahan,” jelasnya.
Untuk memperkuat standar produksi, Pemerintah Daerah telah menyalurkan bibit kopi unggulan dari Kementerian Pertanian, termasuk varietas arabika Gayo dan robusta unggulan kepada kelompok-kelompok tani di sejumlah kecamatan.
Aep menambahkan, meski Kabupaten Sukabumi belum mengekspor kopi secara langsung, produk kopi lokal sudah memasuki pasar internasional melalui perantara eksportir dari daerah lain. Kondisi ini menjadi dasar pemerintah untuk mendorong penguatan branding kopi lokal agar identitas “Kopi Sukabumi” dapat dikenali secara lebih luas.
Bupati menaruh perhatian serius pada kebangkitan kopi Sukabumi. Seluruh instansi daerah kini diarahkan untuk menggunakan kopi lokal, baik untuk cenderamata tamu maupun konsumsi di perkantoran. Ini bagian dari strategi membangun identitas daerah,” tegasnya.
Dinas Pertanian berharap penguatan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir dapat meningkatkan kualitas produksi, menumbuhkan merek lokal, serta mendorong kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Sukabumi.










