Gagal Nyalip, Pemotor Wanita Tewas Terlindas Truk di Cibadak Sukabumi

Wahanainformasi.com – Sukabumi – Kecelakaan maut terjadi di tengah padatnya arus balik Lebaran 2026 di Jalan Raya Sukabumi–Bogor KM 20, tepatnya di depan Kantor Samsat Cibadak, Kampung Karang Hilir, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi,, Sabtu (28/3/2026).

Seorang perempuan berinisial AS (40) meninggal dunia usai terjatuh dari sepeda motor lalu terlindas truk wing box tronton bermuatan air dalam kemasan.

Peristiwa ini melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi F 5075 UCB yang melaju dari arah Cibadak menuju Kota Sukabumi. Berdasarkan informasi di lapangan, pengendara dan korban diketahui baru saja menempuh perjalanan dari arah Palabuhanratu.

Nahas, saat berada di lokasi kejadian, motor tersebut mengalami senggolan dengan sebuah truk boks sumbu tiga (tronton) bernomor polisi F 9118 FH yang melaju searah.

Diketahui Truk tersebut tengah mengangkut muatan air mineral kemasan dari arah Citeureup menuju Cianjur.

Sopir truk, Ramadani, mengaku terkejut saat merasakan adanya guncangan dari arah bawah kendaraannya hingga ia memutuskan untuk segera berhenti.

“Awal kejadiannya itu senggolan sama unit yang lain, tiba-tiba masuk ke kolong. Ya kerasa makanya berhenti,” ujar Ramadani saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Ramadani menambahkan bahwa ia tidak melihat detik-detik jatuhnya korban ke arah ban truknya, namun ia melihat ada seorang laki-laki yang mengemudikan motor tersebut.

“Ya senggolan dulu, saya enggak melihat persisnya. Pas saya lihat ada laki-lakinya,” jelasnya.
Ia juga menegaskan tujuan perjalanannya saat insiden itu terjadi adalah untuk mengantar air mineral dalam kemasan (AMDK).

“Saya bawa air mineral kemasan dari Citeureup mau ke Cianjur,” singkat Ramadani.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Ipda Wangsit Wibowo menjelaskan, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat bernomor polisi F 5075 UCB yang dikendarai AD membonceng dua penumpang, yakni sepasang ibu-anak berinisial AV dan AS, melaju dari arah Cibadak menuju Sukabumi Kota.

Setibanya di lokasi, motor tersebut berusaha mendahului kendaraan wing box bernopol F 9118 FH yang dikemudikan ARD (48) melalui sisi kanan jalan. Namun saat berada di jalur menyalip, pengendara diduga panik setelah melihat kendaraan lain sejenis angkot datang dari arah berlawanan.

“Pengendara diduga hilang kendali saat melihat kendaraan dari arah berlawanan, sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraan dan akhirnya terjatuh ke sisi kiri jalan,” kata Wangsit.

Di detik-detik itulah tragedi terjadi. Salah satu penumpang, AS, jatuh ke kolong wing box yang sedang dilalui. Korban kemudian terlindas kendaraan besar tersebut hingga mengalami luka berat yang fatal.

AS dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban mengalami luka sobek terbuka di bagian perut, luka sobek pada kedua paha, serta organ dalam keluar akibat benturan dan lindasan kendaraan.

Sementara itu, pengendara motor dan satu penumpang lainnya selamat. “Saat ini kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kelalaian saat mendahului di jalur menanjak,” sambungnya.

Insiden tersebut memicu kemacetan panjang di kedua arah karena banyaknya warga dan pengendara yang melintas berhenti untuk melihat kejadian.

Proses evakuasi pun berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar 45 menit. Petugas harus berjibaku menggunakan dongkrak untuk mengangkat badan truk besar tersebut karena kondisi tubuh korban yang hancur terjepit di antara ban tronton.

Di balik tragedi memilukan ini, seorang anak balita berusia sekitar 5 tahun yang turut dibonceng di motor tersebut dilaporkan selamat dari maut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *