Wahanainformasi.com – Jampangkulon, 8 Maret 2026 – Dalam semangat gotong royong dan kepedulian sosial, DPC Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM) Kecamatan Jampangkulon berhasil menjalin kolaborasi erat dengan PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Jampangkulon. Kegiatan ini digelar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampangkulon pada Minggu 8/3/2026, menargetkan 100 anak yatim piatu melalui program santunan serta pembagian 500 takjil kepada para penunggu pasien yang sedang menjaga keluarga mereka di rumah sakit.
Acara yang dipenuhi nuansa kekeluargaan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarorganisasi, tetapi juga bentuk konkret dukungan terhadap masyarakat sekitar. Selain pengurus dari kedua organisasi lokal, kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Bagian Keuangan RSUD Jampangkulon H. Ramdhan, anggota Polsek Jampangkulon, serta Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) JTM, Hendrik Firmansyah, beserta jajaran pengurus pusat lainnya. Hadirnya tokoh-tokoh ini menunjukkan komitmen lintas elemen dalam membangun harmoni sosial di wilayah tersebut.

Dodi Krismayanto, S.H., Ketua DPC JTM Jampangkulon, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. “Alhamdulillah, kami sangat bangga karena Jampang Tandang Makalangan berhasil berkolaborasi dengan Pemuda Pancasila Jampangkulon. Ini adalah momen indah di mana kita bisa bersinergi untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat umum, khususnya para penunggu pasien yang sering kali kesulitan saat menjaga orang tercinta di RSUD,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa santunan untuk 100 anak yatim piatu merupakan bagian dari upaya mendukung generasi penerus, sementara pembagian takjil bertujuan menguatkan iman dan energi para penunggu. “Untuk masa depan, saya berharap kerja sama ini akan semakin solid, sehingga kita bisa memberikan lebih banyak kebaikan lagi. Jangan hanya terbatas di bulan Ramadan saja, tapi harus dilakukan setiap hari, bahkan di luar itu, agar nilai-nilai persaudaraan dan kepedulian hidup abadi di tengah masyarakat,” tutup Dodi dengan nada optimistis.
Kegiatan ini diperkirakan melibatkan puluhan relawan dan didukung sumbangan dari berbagai pihak, mencerminkan semangat Pancasila yang inklusif. Sebagai salah satu inisiatif humaniter di Jampangkulon, acara ini diharapkan menjadi contoh bagi organisasi lain untuk terlibat aktif dalam pembangunan sosial daerah.










