Wahanainformasi.com – Jampangkulon, 6 Maret 2026 – Tim Pusat Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, menggelar sesi edukasi penting bertajuk “Diare Saat Puasa, Ini Cara Mengatasinya”. Acara yang diikuti pasien rawat inap dan keluarga ini bertujuan membekali pengetahuan praktis untuk menjaga kesehatan selama bulan puasa Ramadhan, terutama bagi yang rentan mengalami gangguan pencernaan.
Pemateri utama, Eri Riani, S.Kep., Ners., menekankan bahwa diare bisa dicegah dan diatasi dengan langkah sederhana, tanpa mengorbankan ibadah puasa. “Kita bisa mengatasinya dengan menjaga hidrasi intensif, seperti minum banyak air putih atau oralit saat sahur dan berbuka, serta memilih makanan lunak seperti pisang, nasi, atau bubur. Hindari makanan pedas, berminyak, dan kafein yang bisa memperburuk kondisi,” ujarnya.

Jika diare parah atau disertai dehidrasi, disarankan segera batalkan puasa dan konsumsi probiotik untuk pemulihan cepat. Edukasi ini juga menyoroti pentingnya pemantauan gejala, agar puasa tetap aman dan sehat.
Cara Mengatasi Diare Saat Puasa Secara Praktis:
1. Hidrasi Intensif: Minum air putih minimal 8 gelas secara bertahap antara waktu berbuka hingga sahur. Gunakan oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, terutama jika diare berlangsung lebih dari 24 jam.
2. Pilih Makanan Tepat: Prioritaskan makanan lunak dan mudah dicerna, seperti nasi putih, bubur, kentang rebus, dan pisang. Hindari makanan tinggi serat, pedas, bersantan, atau berlemak yang bisa memicu iritasi usus.
3. Konsumsi Probiotik: Tambahkan yogurt atau makanan kaya probiotik untuk melawan bakteri jahat di pencernaan, membantu memulihkan flora usus secara alami.
4. Hindari Pantangan: Jauhi kafein (seperti kopi atau teh), minuman bersoda, susu, serta makanan bergas (kacang-kacangan, brokoli) karena berpotensi memperparah diare dan dehidrasi.
5. Batalkan Puasa Jika Perlu: Segera hentikan puasa jika diare disertai pusing, lemas, haus berlebihan, atau urine sangat pekat—tanda dehidrasi serius. Konsultasikan dengan dokter untuk penanganan medis, karena kesehatan lebih utama daripada ibadah yang dipaksakan.
Sesi edukasi ini mendapat apresiasi dari peserta, yang mayoritas pasien rawat inap dengan riwayat gangguan pencernaan. Tim PKRS berencana mengadakan kegiatan serupa secara rutin selama Ramadhan untuk mendukung kesehatan masyarakat.
Yuk, tetap jaga kesehatan ya, Wargi! Jika mengalami gejala, segera hubungi layanan kesehatan terdekat.





