300 Peserta Ramaikan Semi Kontes Matandang di Sukabumi, Tradisi Domba Adu Jadi Ajang Pelestarian Budaya

Berita19 Dilihat

Wahanainformasi.com – SUKABUMI –  Sekitar 300 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat meramaikan gelaran Semi Kontes Matandang yang digelar di Lapang Surya Kencana, Kota Sukabumi, Minggu (25/10/2026).

Ajang yang menampilkan tradisi domba adu ini tidak sekadar menjadi kontes adu ketangkasan, namun juga menjadi ruang untuk merawat dan memperkenalkan kembali warisan budaya Sunda kepada masyarakat luas.

Sekretaris Jenderal I Jagat Satria Padjadjaran Nusantara, Rezal Septiansyah, menegaskan bahwa domba adu memiliki akar budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat. Menurutnya, tradisi ini tidak bisa hanya dipandang sebagai perlombaan semata.

“Ini bukan hanya soal kontes. Ada kebudayaan yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Rezal di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, pelestarian kebudayaan tidak cukup hanya dengan mempertahankan bentuk kegiatannya. Namun nilai, sejarah, tata cara, serta pemahaman masyarakat terhadap tradisi tersebut juga harus terus diperkenalkan.

Rezal menilai, regenerasi menjadi kunci utama agar kebudayaan tidak kehilangan penerus. Ketika generasi muda semakin mengenal tradisi daerahnya, maka peluang warisan budaya itu untuk tetap hidup akan semakin besar.

“Kalau tidak ada regenerasi, kebudayaan bisa kehilangan penerus. Karena itu, kami ingin ada ruang yang membuat masyarakat, khususnya generasi muda, kembali mengenal kebudayaan Jawa Barat,” katanya.

Melalui Semi Kontes Matandang ini, diharapkan tradisi domba adu dapat ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya menjaga identitas budaya daerah di tengah gempuran perubahan zaman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *