Wahanainformasi.com – *SUKABUMI* — Konsep panggung Gebyar Sipenyu Kabupaten Sukabumi tahun 2026 dibuat lebih merakyat. Panitia menegaskan acara ini bukan hanya milik Pemda Kabupaten Sukabumi ataupetugas pemungut PBB saja, melainkan terbuka untuk seluruh masyarakat.
Hal itu disampaikan dilokasi acara GOR Tinju Palabuhanratu oleh Ketua EO Risris Rizal Aliperkasa, selaku EO Gebyar Sipenyu Kabupaten Sukabumi Tahun 2026. Menurutnya, panggung tahun ini sengaja didesain untuk menampilkan identitas lokal Sukabumi.

“Konsep panggung Gebyar Sipenyu tahun ini menampilkan produk UMKM lokal. Semua riasan kembang dan bunga yang digunakan adalah asli produk lokal. Ada juga janur kuning sebagai simbol undangan,” ujar Riris saat ditemui di Palabuhanratu, Selasa, 8 September 2026.
Riris menjelaskan pemilihan janur kuning memiliki makna khusus. Janur yang biasanya dipakai dalam hajatan warga Sukabumi dipilih agar masyarakat merasa lebih dekat dan tidak berjarak dengan acara.
“Janur kuning ini simbol undangan. Artinya, Gebyar Sipenyu bukan hanya untuk pegawai pajak / PBB, tapi untuk semua masyarakat,” katanya.
Gebyar Sipenyu 2026 berlangsung di GOR Tinju Palabuhanratu dan dihadiri oleh Forkoimda Kabupaten Sukabumi. Podium utama dihadiri tamu undangan, dan acara diisi juga dengan pertunjukan pencak silat seni dan paduan suara dari pegawai bapedda kabupaten Sukabumi.
Dengan mengangkat kembang dan bunga asli dari petani lokal sebagai dekorasi, panitia berharap perputaran ekonomi kecil bisa ikut terdongkrak selama acara berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri menjadikan Gebyar Sipenyu sebagai ruang sosialisasi pajak bumi dan bangunan sekaligus ajang apresiasi bagi wajib pajak yang taat. Namun tahun ini penekanannya diperluas agar gaungnya sampai ke tingkat desa.
“Kami ingin masyarakat lebih sadar lagi untuk membayar pajak, dan target capaian tahun depan bisa 90% atau 100 %. Tutupnya.




















