Wahanainformasi.com _CISOLOK_ – Puskesmas Cisolok menggelar Rapat Lokakarya Triwulan III Tahun 2026 untuk mengevaluasi program kesehatan dan merumuskan strategi percepatan penanganan tiga isu prioritas: keselamatan ibu melahirkan, stunting, dan gizi buruk. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Puskesmas Cisolok, Kabupaten Sukabumi, dan dihadiri unsur Muspika setempat. Selasa, 8/09/2026.

Hadir dalam lokakarya tersebut Kepala Puskesmas Cisolok H. Hudrimi, Camat Cisolok Okih Pajri Assidiq, Babinsa Koramil Cisolok Serka Lubis, dan Kapolsek Cisolok AKP Bayu Saepul Bahari, S.H., M.H. Kehadiran TNI dan Polri menjadi penanda kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan di wilayah pesisir selatan Sukabumi.
Dalam sambutannya, H. Hudrimi menyampaikan bahwa capaian program kesehatan pada Triwulan III menunjukkan progres, namun masih ada tantangan yang harus dikejar bersama hingga akhir tahun.
“Penanganan ibu melahirkan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami terus mendorong persalinan di fasilitas kesehatan dan memastikan ibu melahirkan harus dipantau sejak dini dan tidak ada keterlambatan rujukan jika terjadi kendala. Selain itu, kasus stunting dan gizi buruk masih kita temukan di beberapa desa, sehingga intervensi harus lebih masif dan tepat sasaran,” ujar H. Hudrimi.
Ia merinci, strategi yang akan dikuatkan pada Triwulan IV meliputi peningkatan kunjungan rumah oleh bidan dan kader, optimalisasi pemberian makanan tambahan bagi balita, serta penguatan data melalui pemutakhiran Keluarga Berisiko Stunting.
Sinergi dengan aparat kewilayahan juga menjadi sorotan dalam lokakarya. Serka Lubis dari Koramil Cisolok menegaskan komitmen Babinsa untuk ikut mengawal program di tingkat desa.
“Kami dari TNI siap mendampingi tenaga kesehatan saat penyuluhan dan penimbangan balita. Jika ada warga yang kesulitan akses ke puskesmas, kami bantu koordinasikan agar bisa segera ditangani,” kata Serka Lubis.
Hal senada disampaikan AKP Bayu Saepul Bahari. Kapolsek Cisolok menyebut peran Bhabinkamtibmas tidak hanya di bidang keamanan, tetapi juga dalam mendukung kesehatan masyarakat. Jika Babinkamtibmas tidak ada bisa hubungi saya selaku Kapolsek.
“Polsek akan membantu menyampaikan edukasi saat sambang desa. Isu ibu hamil, stunting dan gizi buruk ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Mari kita cegah bersama-sama dengan pendekatan humanis,” ungkap AKP Bayu.
Rapat lokakarya Triwulan III ini juga membahas kendala di lapangan seperti keterbatasan transportasi rujukan, kesadaran warga untuk memeriksakan kehamilan, dan pemenuhan gizi keluarga. Sebagai tindak lanjut, Puskesmas Cisolok bersama Muspika sepakat membentuk tim monitoring gabungan yang akan turun langsung ke desa-desa dengan prevalensi stunting dan gizi buruk tertinggi.
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan target penurunan angka stunting dan zero maternal death di wilayah kerja Puskesmas Cisolok dapat tercapai pada akhir 2026.




















