Adanya Pemberitaan Disalah Satu Media Online, Pemred Wahana informasi : Ini Bisa Merusak Citra Pers Kami Siap Adukan Ke Dewan Pers
wahanainformasi.com – Sukabumi, Ada nya pemberitaan di salah satu media online yang menuduh adanya salah satu wartawan media wahanainformasi.com yang membekingi aktivitas tambang ilegal dengan judul “Usai Di Gerebek Tambang Emas Ilegal Di Cikakak Kembali Beroperasi, Oknum Wartawan Wahana Informasi Diduga Jadi Beking”. Pihak manajemen dan jajaran Redaksi siap kan pengaduan ke Dewan Pers.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan Redaksi wahanainformasi.com Hariyo Sasongko atau lebih dikenal dengan sebutan bang Aryo. Dirinya menyayangkan ketidak profesionalan wartawan dan redaksi yang dinililai tidak memperhatikan Kode etik jurnalistik ( KEJ) dan UU 40 tahun 1999 tentang Pers.
“Kami sudah mengadakan rapat redaksi membahas terkait dengan pemberitaan tersebut, kami dari manajemen dan redaksi untuk melakukan pengaduan ke Dewan Pers”.ungkapnya
Aryo pun juga menyayangkan adanya pemberitaan tersebut yang dinilai syarat akan kepentingan, dan tidak profesional wartawan dan tidak memperhatikan kaidah – kaidah karya Jurnalistik.
“Ya ini kan sudah menyangkut nama media, dan dikhawatirkan akibat kurangnya pengetahuan dan pembinaan sehingga oknum wartawan tersebut justru bisa merusak citra dari insan pers. Coba perhatikan antara isi narasi dan judul sama sekali tidak ada korelasinya”. Ungkapnya
Sementara itu Encep Nurjana yang merupakan salah satu wartawan yang dicantumkan namanya dalam pemberitaan tersebut, sambil tersenyum menuturkan terkait dengan kronologis dirinya berada dalam pemberitaan tersebut.
“Lucu aja, tapi harap di maklum mungkin wartawannya belum kompeten, sehingga membuat pemberitaan tanpa memperhatikan kaidah-kaidah karya jurnalistik, yang harus memperhatikan beberapa aspek diantaranya, UU 40 tentang Pers, KEJ, UU ITE, pedoman pemberitaan dunia Ciber, dan pedoman pemberitaan ramah anak”. Tuturnya.
Lebih lanjut Encep memaparkan bahwa kejadiannya berawal dari dirinya berkunjung ke rumah sanak familinya yang ada di Kp. Ciranji pada hari Rabu, 4 Februari 2026, dirinya mengaku melihat ada 3 orang yang tidak dikenal sedang berjalan dan ngobrol, kemudian ia pun mempersilahkan ke tiga orang tersebut untuk duduk dan beristirahat karena terlihat sangat kelelahan.

“Saya ngobrol santai saja, karena saya tidak tahu siapa mereka, karena tidak ada identitas atau pengenal atau PIN, dan mereka tidak pernah memperkenalkan diri siapa dan dari mana, kan aneh ujug – ujug muncul narasi seperti itu yang menuduh saya jadi beking”. Ungkapnya
Terkait pemberitaan itu Encep mengaku sudah berkoordinasi dengan jajaran Redaksi, dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak manajemen.
“Ya saya sebagai Wartawan, yang sudah mengikuti Ujian Kompetensi Wartawan ( UKW) dan dinyatakan Kompeten oleh Dewan Pers tentunya memahami harus seperti apa bersikap dan perbuat, kalau memang ditemukan unsur lain untuk menempuh jalur hukum redaksi juga siap, karena ini menyangkut nama baik”. Tuturnya













