Wahanainformasi. Com, *Lebak* – Program Jalan Bang Andra ruas Cikeusik – Simpang Cijaku TA 2025 yang struktur beton lnya gradasi dan juga menjadi salah satu paket yang menjadi temuan BPK RI, didesak untuk dibongkar dan diganti dengan dengan yang baru.
Hal ini disampaikan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP) dan Gerakan 9, yang berkeyakinan rigid beton pada jalan Bang Andra tersebut tidak sesuai dengan mutu dan spesifikasi kontrak.
“Gradasi beton jalan Bang Andra di Cikeusik ini kita tegaskan agar dibongkar dan diganti dengan yang baru, bukan dihampari hotmix. Pekerjaan dalam RAB dan kontrak jelas beton, bukan hotmix. Jadi kita tegaskan agar dibongkar,” ujar Asep Sudjana.
Sementara itu, AMPP menuding pihak PPK dan PPTK bahkan PA Dinas PUPR Provinsi Banten tidak maksimal dan lemah dalam pengawasan dan pengendalian kontrak.
“PA, PPK dan PPTK kami sinyalir lalai dalam pengawasan dan pengendalian kontrak, tinggal diselesuri apakah lalai atau ada unsur sengaja menutup mata. Sehingga penyedia jasa/Kontraktor, Batching Plant bebas saja walaupun ada pengerjaan ketidaksesuaian spesifikasi dan mutu.” Kata Otoy Lahar.
Ditambahkan oleh Gerakannya 9, pihaknya menantang Dinas PUPR Provinsi Banten dan pihak terkait lainnya untuk uji mutu beton di lapangan.
“Mari BPK, PUPR, Inspektorat dan pihak terkait lainnya kita uji mutu beton di lapangan bersama kami. Baik program Bang Andra yang TA 2025 maupun yang TA 2026, berani tidak. Yang terakhir, kita minta BPK agar melakukan audit investigatif seluruh paket program Bang Andra, diduga keras ada potensi kerugian negara yang sangat besar melebihi audit yang sebelumnya dilakukan pada uji petik 13 paket. ” Tantang, Hendrik Arizky.
Terpisah, dari penjelasan Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten ketika beraudiensi dengan AMPP dan Gerakan 9, Arlan menjawab bahwa beton yang gradasi dan dihampari hotmix tidak dibayar oleh pihaknya.
“Oh kalau yang gradasi beton disitu, baik betonnya maupun hotmix nya itu tidak dibayar sepeser pun oleh kami. Adapun bahu jalan dan kekurangan lainnya, dilakukan sesuai yang dikerjakan atau bayar terpasang,” ungkapnya.
AMPP dan Gerakan 9 akan terus melanjutkan pergerakannya dengan slogan “#Save Jalan Bang Andra”. Karena menurut pihaknya, program yang bagus ini harus diselamatkan, karena pada pelaksanaannya sangat buruk dan menjadi bancakan elit serta mafia proyek meraup keuntungan baik individu, korporasi atau golongan tertentu. Bahkan menurutnya, jalan Bang Andra yang TA 2026 tidak jauh berbeda mutu dan kualitasnya, karena ditemukan banyak keretakan pada rigid betonnya.(Red)*


























