Anaknya Penurut, Akhirnya Ade Nadif Mendengar Panggilan Ibunya Untuk Pulang

Wahanainformasi.com – Sukabumi – Kisah pilu dialami keluarga Ahmad Nadif Fadilah (21), pemuda asal Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saat berlibur di Pantai Karang Naya Nadif ditelan gelombang dan tidak dapat ditolong.

Kejadian naas tersebut terjadi pada hari Senin (17/8/2026) pagi, sekitar pukul 05.30 Nadif berenang di pantai Karang Naya, Palabuhanratu dan ditepi pantai istrinya menunggu sambil bersantai.

Namun saat Saat Nadif berenang, tiba-tiba datang ombak besar dan Nadif tergulung ombak besar ke tengah laut, dari kejauhan ia sempat melambaikan tangan.

Istrinya sempat mengira lambaian itu hanya candaan, nanun lama-lama istrinya dan keluarga Nadif baru sadar Nadif benar-benar terbawa gelombang ketengah laut.

Pada saat mendengar anaknya terbawa ombak, ibunya Nadif (Ratna) langsung berangkat ke pantai Karang Naya.
Dan dari bibir pantai diatas karang, ibu Ratna terus memanggil – manggil. De pulang de….lirih ibu Ratna.

Selama 3 hari, ibu Ratna terus menunggu anaknya dipinggir pantai diatas sebuah karang. Dirinya hanya ingin memastikan bahwa Ade anaknya tidak kedinginan sendiri ditengah lautan.

Dan akhirnya penantian dan do’a seorang ibu didengar oleh Ade Nadif. Rabu (19/8/2026) sore, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Nadif mengapung sekitar 1 mil laut dari lokasi kejadian.

Dan selanjutnya, jasad Ade Nadif yang ditemukan sudah meninggal dibawa ke ruang jenazah RSUD Palabuhanratu.

“Adek, adek pulang, alhamdulillah… Adek itu paling nurut, makanya dari kemarin saya panggilin. Putra saya itu paling takut sama mamahnya, makanya dia pulang…”

Nadif, meninggalkan seorang istri yang sedang hamil 8 bulan, dan meninggalkan anak pertamanya berusia 15 buan.

Dengan hati ibu yang telah ikhkas dengan kepergian Nadif, jenazah Nadif diberangkatkan menuju rumah duka di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Diperjalanan yang tertulis di sebuah medsos, mamahnya Nadif, Ibu Ratna mengucapkan terimakasih kepada pihak Polres Sukabumi, Tim SAR dan semua pihak yang telah berusaha selama tiga hari, sampai akhirnya jenazah Nadif diketemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *