SUKABUMI – Senin 5 Oktober 2026-Kontingen Tapak Suci Pondok Pesantren Al Hulaemiyah, Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, menorehkan prestasi membanggakan pada Jaraido Championship 3 Tingkat Nasional yang berlangsung di GOR Lapang Merdeka, Sukabumi, 2–4 Oktober 2026.
Dalam kejuaraan tersebut, para santri binaan Al Hulaemiyah berhasil membawa pulang total 10 medali, dengan rincian 3 medali emas dan 7 medali perak dari kategori pra-remaja dan remaja, baik nomor tanding maupun seni tunggal.
Kepala TMI (Tarbiyatul Muallimin wal Muallimat Al Islamiyah) Al Hulaemiyah, Sutisna, mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama lembaga dan daerah.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami. Namun yang lebih penting, para santri mendapatkan pengalaman bertanding, belajar disiplin, menjaga sportivitas, dan berani menghadapi tantangan,” ujar Sutisna seusai penutupan kejuaraan, Sabtu (4/10/2026).
Menurutnya, pembinaan pencak silat di lingkungan pesantren tidak hanya berorientasi pada prestasi, melainkan juga pada pembentukan mental dan karakter santri.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh santri Al Hulaemiyah untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan berani mengikuti berbagai kompetisi,” katanya.
Peraih Medali Emas:
M. Restu Al Jabar – Tanding Pra Remaja Putra
M. Latip Akbar – Tanding Pra Remaja Putra
Putry Choirun Nisa – Tanding Pra Remaja Putri
Peraih Medali Perak:
Septi Nurhidayah – Seni Tunggal Pemasalan Pra Remaja Putri
Neng Siti Awaliyah – Seni Tunggal Pemasalan Pra Remaja Putri
M. Iqbal Nurismatullah – Tanding Pra Remaja Putra
M. Rizki Saputra – Tanding Pra Remaja Putra
Arfa Athari Sidik – Tanding Pra Remaja Putra
D. Rizky Aditia – Tanding Pra Remaja Putra
Yaumil Jum’ah Qodri Al-Karim – Tanding Remaja Putra
Terpisah, Pimpinan Pondok Pesantren Al Hulaemiyah, KH. Isep Muhyidin, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi olahraga harus sejalan dengan nilai-nilai kepesantrenan.
“Alhamdulillah, ini adalah buah dari kesungguhan anak-anak kita dalam berlatih dan berdoa. Kami di pesantren selalu menekankan bahwa silat itu bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk melatih kesabaran, kerendahan hati, dan keberanian membela kebenaran,” ujar KH. Isep.
Ia juga berharap prestasi ini menjadi pijakan awal untuk jenjang yang lebih tinggi.
“Jangan cepat puas. Tiga emas dan tujuh perak ini adalah awal, bukan akhir. Teruslah tawadhu, jaga akhlak sebagai santri, dan tingkatkan latihan. Insya Allah dari Jampangkulon kita bisa melahirkan atlet-atlet yang berprestasi hingga tingkat internasional,” pungkasnya.
Raihan medali di Jaraido Championship 3 ini menjadi catatan positif bagi pembinaan atlet di Al Hulaemiyah, sekaligus membuktikan bahwa aktivitas olahraga dan pendidikan karakter di lingkungan pesantren dapat berjalan beriringan.




















