wahanainformasi.com – Sukabumi – Hingga Siang ini pukul 10.00 WIB, Senin (12/01/2026) arus lalulintas dari arah Bagbagan maupun Kiaradua tidak bisa melintas akibat jalan masih tertutup longsor.
Diketahui Longsor terjadi pada Minggu (11/01) sekitar pukul 09.30 WIB setelah hujan selama dua hari mengguyur wilayah Simpenan.
Menurut keterangan Petugas PU / Penilik Jalan Nasional Bagbagan-Jampangkulon Deni Wahid Laksmana mengatakan, Titik longsor pertama yaitu di km 164+500 sekitar daerah Cisarakan, kemudian di km 159+100 di daerah Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

“Titik yang terparah berada di sekitar Cisarakan, selain material longsor tebal Juga badan jalan yang tertutup cukup luas serta ada batu cukup besar,” terang Deni, senin dini hari di lokasi.
Dua alat berat di kerahkan untuk evakuasi material longsor, namun cuaca ekstrem menghambat proses evakuasi.
“Dua alat berat, exca dan loader kami kerahkan, namun cuaca hingga saat ini masih ekstrem, hujan deras, hingga menghambat proses evakuasi,”
Melihat hal tersebut, pihak pemerintah Desa Kertajaya beserta Babinsa Desa Kertajaya berkoordinasi dengan pihak perusahan dan membantu evakuasi.
Babinsa Desa Kertajaya, Serda Zaiful Ansori mengatakan dua perusahaan yang berada di wilayah kecamatan Simpenan menurunkan alat berat guna membantu mempercepat evakuasi material longsor.
“Longsor di Kampung Pamunguan ini terjadi hari kemarin, sampai saat ini evakuasi belum selsai, jadi kami pemerintah Desa Kertajaya bersama dua perusahaan membantu dengan menurunkan alat berat untuk memper cepat evakuasi,” kata Babinsa Desa Kertajaya, Serda Zaiful Ansori di lokasi, Senin (12/01).
Menurut Zaiful tingginya curah hujan membuat evakuasi yang dilakukan pihak PU terhambat.
“Ya terus terjadi longsor susulan akibat hujan, dan saat ini kita bantu proses evakuasi dengan dua alat berat yaitu 1 exavator dan Doser,” terang Zaiful.
Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi masih berlangsung dan kendaraan belum bisa melintas
















