Heboh Besi Diduga Sampah Benda Luar Angkasa Ditemukan di Sampit Kotim, Diduga Terkait Dentuman dan Kilatan Api di Langit

Wahanainformasi.com – Kalteng – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, digegerkan penemuan puing berbahan logam berukuran besar di area perkebunan sawit PT Agro Bukit, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 27, Blok G/F 38/39, Senin (19/10/2026).

Puing tersebut pertama kali ditemukan oleh Karman, seorang pekerja perkebunan, saat hendak berangkat bekerja pagi.

“Saat mau berangkat kerja kami ketemu puing itu. Tapi cuma satu itu saja puingnya,” ujar Karman saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, puing tersebut memiliki panjang sekitar enam meter dengan bobot diperkirakan mencapai 100 kilogram. Materialnya didominasi besi dan terdapat sejumlah kabel di beberapa bagian.

“Bobotnya sekitar 100 kilogram. Kami saja menariknya tadi sampai 20 orang saking beratnya. Bahannya full besi dan ada kabelnya,” jelasnya.

Karman menyebut bentuk puing menyerupai sobekan drum logam hasil las. Ia mengaku tidak menemukan cat layaknya badan pesawat terbang pada umumnya.

“Bentuknya seperti sobekan drum saja. Kalau pesawat kan biasanya ada catnya. Seperti besi di las saja,” imbuhnya.

*Dikaitkan dengan Dentuman dan Kilatan Api*

Penemuan puing ini kemudian dikaitkan warga dengan suara dentuman keras yang terdengar pada Minggu (18/10/2026) sore. Saat itu, warga mengira suara tersebut berasal dari petir.

Namun, di media sosial beredar foto yang menampilkan kilatan api di langit pada waktu yang hampir bersamaan.

“Suaranya seperti petir. Di medsos saya lihat ada yang memotret seperti meteor api di langit,” ujar Amanda, warga Sampit.

Dentuman serupa tidak hanya dilaporkan di Sampit. Warga di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, juga mengaku mendengar suara keras pada Minggu sore.

*BMKG Masih Telusuri*

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun H. Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan sumber suara dentuman tersebut. Pihaknya masih berkoordinasi dengan otoritas terkait.

“Kami masih koordinasi dengan otoritas terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Kotim, Ibnu Hasan Ali, menegaskan penelusuran dan analisis masih dilakukan untuk memastikan sumber suara dan kaitan dengan benda yang ditemukan di perkebunan sawit.

Dugaan bahwa benda tersebut merupakan meteor ataupun sampah antariksa (space debris) belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan.

“Kami belum bisa memastikan, kami masih melakukan penelusuran serta analisis lebih lanjut terkait kepastian sumber suara dan apakah benda tersebut benar merupakan meteor atau sampah antariksa (space debris),” ungkap Ibnu saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).

Menurut BMKG, dua peristiwa antara dentuman dan temuan puing perlu dipisahkan sampai ada hasil pemeriksaan yang dapat menjelaskan asal-usul benda maupun sumber suara.

Hingga kini, benda tersebut masih diamankan di lokasi. Untuk memastikan asalnya, diperlukan pemeriksaan lanjutan oleh pihak berwenang, termasuk identifikasi material dan karakteristik teknis pada puing tersebut.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *