Wahanainformasi.com – Timur Tengah – Iran melancarkan serangan terhadap 27 pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk Arab, sebagai respons atas gempuran besar-besaran yang sebelumnya dilakukan AS dan Israel ke wilayahnya.
Semua negara Teluk terdampak serangan Iran, hanya Oman yang aman karena menjadi negosiator damai AS-Iran.
Ia juga menyampaikan penyesalan atas setiap korban yang timbul akibat eskalasi militer saat ini.
Berikut adalah rangkuman serangan Iran ke negara-negara Teluk:
1. Uni Emirat Arab
Iran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk, termasuk UEA, sebagai balasan atas serangan gabungan AS-Israel ke Teheran.
Di Uni Emirat Arab, setidaknya satu orang tewas di Abu Dhabi setelah sejumlah rudal yang diluncurkan dari Iran dicegat.
Kantor berita negara setempat tidak merinci lebih lanjut identitas korban. Kebakaran juga terjadi di dekat hotel di kawasan wisata Palm Islands, Dubai.
Kepulan asap terlihat membumbung dari area Palm Jumeirah saat beberapa ledakan terdengar sepanjang hari.
Kantor Media Dubai kemudian mengonfirmasi adanya insiden di sebuah gedung Palm Jumeirah yang memicu kebakaran dan menyebabkan empat orang terluka.
2. Bahrain AFP
Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah untuk membalas serangan Israel, di antaranya mencakup Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Di Bahrain, serangan rudal menargetkan markas besar Armada Ke-5 Angkatan Laut AS di Ibu Kota Manama.
Pemerintah Bahrain menyebutnya sebagai serangan pengkhianatan dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan keamanan kerajaan.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan drone Shahed milik Iran menabrak gedung bertingkat di dekat markas tersebut hingga terbakar.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan sejumlah bangunan tempat tinggal di Manama turut terdampak.
Pertahanan sipil dikerahkan untuk operasi pemadaman kebakaran dan penyelamatan. Duta Besar Bahrain untuk AS, Syekh Abdullah bin Rashid Al Khalifa, menyebut serangan ini sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan.
3. Kuwait
Di Kuwait, Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa Pangkalan Udara Ali Al Salem menjadi sasaran sejumlah rudal balistik.
Seluruh rudal disebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Arab Saudi sampai Kuwait Terimbas Pembalasan Iran
Juru bicara Otoritas Umum Penerbangan Sipil Kuwait, Abdullah al-Rajhi, mengatakan bahwa sebuah drone menargetkan Bandara Internasional Kuwait.
Serangan itu menyebabkan sejumlah pegawai mengalami luka ringan serta menimbulkan kerusakan material pada gedung penumpang. Kementerian Luar Negeri melalui kantor berita resmi KUNA menegaskan, Kuwait mempertahankan hak untuk membela diri.
4. Qatar
. Di Qatar, Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa pihaknya menggagalkan serangan Iran sesuai rencana keamanan yang telah disetujui sebelumnya.
Seluruh rudal berhasil dicegat sebelum mencapai wilayah Qatar.
Sumber yang berbicara kepada Al Jazeera menyebut radar peringatan dini jarak jauh di Qatar utara menjadi sasaran rudal Iran.
Tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut. Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan, penargetan terhadap negaranya oleh negara tetangga tidak dapat diterima dengan alasan atau dalih apa pun.
Doha juga menekankan posisinya yang selama ini menjauh dari konflik regional. Qatar sebelumnya dua kali menjadi sasaran pada tahun lalu.
Iran menyerang pangkalan Al Udeid yang digunakan militer AS pada Juni, sedangkan Israel menyerang pertemuan Hamas di Doha pada September.
5. Arab Saudi
Arab Saudi akan balas serangan Iran di Riyadh setelah Israel memborbardir ibu kota negara tersebut pada Sabtu (28/2/2026).
Arab Saudi melalui Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi, Iran menargetkan Riyadh dan wilayah timur kerajaan. Serangan tersebut berhasil dipukul mundur.
“Serangan-serangan ini tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun atau dengan cara apa pun, dan serangan tersebut terjadi meskipun otoritas Iran mengetahui bahwa Kerajaan telah menegaskan bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara dan teritorialnya digunakan untuk menargetkan Iran,” demikian pernyataan Saudi.
6. Irak
Di Irak, koresponden Al Jazeera melaporkan Bandara Erbil di wilayah Kurdi menjadi sasaran dua kali pada Sabtu. Serangan drone disebut mencoba menargetkan Bandara Internasional Erbil, tetapi dicegat dan ditembak jatuh oleh pertahanan udara.
AS masih menempatkan pasukan di wilayah otonom Kurdi Irak sebagai bagian dari koalisi internasional melawan ISIL (ISIS). Koalisi tersebut akan dibubarkan pada September berdasarkan kesepakatan Washington dan Baghdad.
Serangan drone juga dilaporkan menargetkan markas kelompok bersenjata Kataeb Hezbollah di barat daya Baghdad dan menewaskan dua orang, menurut Associated Press.
Laporan lanjutan menyebut serangan menghantam Jurf Al Nasr, pangkalan militer Irak yang menampung bekas kelompok paramiliter yang kini terintegrasi ke dalam tentara reguler.
Menjadi sasaran dua serangan udara”. Seorang pejabat Kataeb Hezbollah mengonfirmasi serangan lanjutan telah terjadi. Kataeb Hezbollah kemudian memperingatkan, “Kami akan segera mulai menyerang pangkalan-pangkalan Amerika sebagai tanggapan atas agresi mereka.”
Oman aman
Oman menjadi satu-satunya negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang belum menjadi sasaran serangan Iran.
Koresponden Al Jazeera di Doha, Zein Basravi, menyebut Oman selama ini berperan sebagai penghubung antara Iran dan negara-negara lain di kawasan. Oman juga memainkan peran sentral dalam pembicaraan tidak langsung terbaru antara Iran dan AS di Oman dan Jenewa.
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi pada Jumat menyampaikan optimisme, perdamaian sudah di depan mata setelah Iran sepakat tidak akan menimbun uranium yang diperkaya.
Albusaidi menyebut perkembangan itu sebagai terobosan besar. Beberapa jam kemudian, Israel dan AS melancarkan serangan, dan pembicaraan pun berakhir. Albusaidi menyampaikan “kekecewaan” atas pecahnya kekerasan dan mendesak Washington agar tidak semakin terlibat dalam konflik. “Ini bukan perang Anda,” katanya.
Suriah juga kena
Serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran berujung konflik luas di Timur Tengah. Sementara itu, media Pemerintah Suriah melaporkan ledakan rudal menewaskan empat orang dan melukai banyak lainnya di kawasan industri Sweida. Laporan tersebut tidak menyebutkan sumber rudal yang menyebabkan ledakan.













