Wahanainformasi.com – SUKABUMI — Akses jalan rusak parah sepanjang kurang lebih 10 kilometer di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, kembali memakan korban. Seorang warga bernama Sadi (60), asal Dusun Cidahu, terpaksa ditandu menggunakan kain sarung oleh warga untuk mendapatkan perawatan medis, Rabu (6/5/2026).
Evakuasi dilakukan secara manual lantaran kendaraan, termasuk ambulans, tidak dapat menjangkau lokasi rumah pasien. Jalan kabupaten yang menjadi akses utama masyarakat tersebut dalam kondisi rusak berat, berbatu, dan sulit dilalui.

Salah satu warga, Galih, menjelaskan bahwa Sadi menderita sejumlah penyakit komplikasi, seperti gangguan lambung, asam urat, dan penyakit lainnya, sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
“Karena kondisi jalan hancur parah sudah bertahun-tahun, dengan jarak sekitar 10 kilometer, mobil ambulans tidak bisa masuk. Jadi kami bersama warga terpaksa menandu pasien untuk dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Menurutnya, jalan tersebut berstatus sebagai jalan kabupaten. Meski sempat dilakukan pengaspalan sepanjang sekitar 200 meter, kondisi jalan kembali rusak diduga akibat pengerjaan yang tidak maksimal.
“Memang sempat diaspal, tapi hanya sekitar 200 meter. Sekarang sudah rusak lagi. Kami berharap pemerintah serius memperhatikan kondisi ini,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan tersebut. Pasalnya, jalan itu merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian.
“Kami berharap kepada pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi, agar segera membangun jalan ini. Jangan sampai terus-terusan warga yang sakit harus ditandu,” kata Galih.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah terjadi kasus serupa, di mana seorang ibu hamil harus ditandu akibat akses jalan yang buruk. Kondisi tersebut menyebabkan penanganan medis terlambat hingga bayi yang dikandung tidak tertolong.
Kondisi ini menjadi potret nyata masih terbatasnya infrastruktur di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, yang berdampak langsung pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
















