Kades dan Warga Mekarsari Kec. Ciracap Apresiasi Pembangunan Irigasi yang Dilaksanan PT. Dahlia Mutiara Utama

Uncategorized55 Dilihat
Pemdes Mekarsari Kec. Ciracap Apresiasi Pembangunan Irigasi yang Dilaksanan PT. Dahlia Mutiara Utama
Fhoto Irigasi tahapan pengerjaan

 

Pajampangan ll Pembangunan Proyek Irigasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, yang melintasi 8 Desa di wilayah Kecamatan Ciemas dan Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi, diapresiasi Kepala desa Mekarsari dan warga sekitar.

Adapun kegiatan pembangunan irigasi tersebut dilaksanan oleh PT. Dahlia Mutiara Utama.

Menurut Kepala desa Mekarsari H Amat, program dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu, dipercaya akan membawa dampak yang positif.

Kepala desa Mekarsari H. Amat

“Apresiasi kepada pemerintah pusat juga bapak Dedi mulyadi Gubernur Jawa Barat dan Bupati Sukabumi yang telah merealisasikan proyek BBWS Sungai Citarum ini.

Saya selaku Kepala desa mewakili warga desa Mekarsari mengucapkan terimakasih terhadap pelaksana proyek yakni PT. Dahlia Mutiara Utama ” ujar Kades Mekarsari H Amat pada Kamis (10/7/25)

Lebih lanjut dikatakan Kades, dengan adanya pembangunan proyek irigasi, masyarakat di desa Mekarsari tidak ada yang keberatan justru sebaliknya masyarakat jadi terbantu.

“Alhamdulillah, dari apa yang saya tangkap dari masyarakat, mereka sangat terbantu dengan adanya proyek ini. Dan sampai sejauh ini belum ada masyarakat yang keberatan ataupun komplain atas pengerjaan proyek tersebut,” jelasnya.

Masih kata Kades dirinya mewakili warga Desa Mekarsari sebagai penerima manfaat sangat senang sekali dengan adanya program itu.

“Semoga dengan kerjasama yang baik antara semua pihak dapat mempercepat penyelesaian proyek ini. Sehingga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, guna meningkatkan produktifitas ekonomi petani lokal, ungkapnya

Humas PT Dahlia Mutiara Utama Agam Nurbuat di temui Awak Media dilokasi mengatakan, “Alhamdulilah pembangunan tersebut mendapat respon sangat baik dari warga masyarakat, bahwa pekerjaan yang dilakukan di lapangan oleh PT Dahlia Mutiara Utama telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Humas PT Dahlia Mutiara Utama

Kami selaku humas sejak awal mau dimulainya pekerjaan sudah memfasilitasi dan menyampaikan dan mengadakan sosialisasi yang mana titik pekerjaan, disini meliputi 8 desa diantaranya Desa Cibenda, Siadomulya, Mekarsari, Ciracap, Pasirpanjang, Cikangkung, Gunungbatu dan desa Purwasedar.

Mengenai tim tekhnis atau pelaksana dilapangan tak ada masalah, selalu kondusif dan pekerjaan berjalan pun berjalan lancar

Kami selalu berkoordinasi kepada rekanan dilapangan untuk selalu mengutamakan kualitas dan kuantitas pekerjaan. Karena pekerjaan Irigasi ini akan bermanfaat bagi hajat hidup orang banyak.

Bahkkan warga setempat sangat antusias selaku penerima manfaat irigasi, aliran air tersebut untuk mengaliri area pertanian warga menginginkan segera normal lagi seperti dulu,

Dikatakan nya beberapa tahun kebelakang air tidak begitu normal mengalir dari hulu ke hilir karena belum ada rehabilatasi irigasi seperti sekarang ini.

“Harapan masyarakat sekitar setelah di bangun irigasi ini bisa maksimal mengelola lahan pertanjan, karena air nantinya bisa mengalir dengan lancar

Jadi kami dilapangan itu tidak ada masalah dengan penerima manfaat juga dengan yang lainnya, ungkap agam

Adapun pekerjaan dilapangan ada kekurangan atau yang kurang tepat cara bekerja itu bisa dikomunikasi kan kepada pihak perusahaan untuk kami perbaiki jika itu ada dan kami humas dari PT Dahlia Mutiara Utama sangat mengapresiasi dengan apa yang masyarakat sampaikan selagi kritik nya membangun untuk kebaikan semuanya.

Agam menanggapi adanya mengonfirmasi perihal isu teka-teki program rehabilitasi irigasi D.I Ciletuh yang dilaksanakan satuan kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan didanai APBN Tahun 2025.

Dalam keterangan persnya, Agam mengapresiasi peran media sebagai bentuk kontrol sosial. “Saya ucapkan terima kasih atas perhatian media. Jika ada kekeliruan, tentu akan kami perbaiki. Namun jika pemberitaan tidak sesuai fakta, saya harap dapat diluruskan,” jelasnya.

“Faktanya, upah pekerja tidak ditentukan secara tetap per kubik. Semuanya berdasarkan hasil kerja tim. Makin banyak volume kerja (kubikasi), makin besar pula upah yang diterima,” terang Agam.

Ia menambahkan sistem pembayaran bukan harian, melainkan berdasarkan hasil kerja keseluruhan. Ia juga menjelaskan untuk harga telah sesuai arahan pimpinan tanpa membedakan antar tim. “Setiap rombongan pekerja memiliki hak yang sama. Hasil kerja bergantung pada profesionalisme dan jumlah anggota tim,” ujarnya

Sejak awal, perusahaan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah desa, khususnya di Desa Mekarsari, Ciracap dan lokasi strategis yang mewakili 8 desa terdampak proyek, yaitu Cibenda, Sidamulya, Mekarsari, Ciracap, Pasirpanjang, Cikangkung, Gunungbatu, dan Purwasedar.

“Kami aktif berkomunikasi dengan para pekerja dan ketua tim dari awal hingga saat ini. Tidak ada masalah yang berarti dalam pelaksanaan proyek,” ujar Agam.

Menanggapi isu teknis terkait opname, Agam menegaskan proses tersebut dilakukan siang hari dan disaksikan ketua tim serta seluruh pekerja. “Metode penghitungan sesuai dengan rumus dan standar teknis. Bila terjadi perbedaan pendapat, selalu diselesaikan melalui musyawarah,” katanya

Saya berterima kasih karena hal ini membuat saya lebih berusaha untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik lagi. “Mudah-mudahan pemberitaan tersebut juga menjadi bahan koreksi untuk kami di lapangan,” tutup Agam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *