Wahanainformasi.com – Sragen – Narso protes setelah Jalan sepanjang 6 kilometer yang menghubungkan Kelurahan Mlale dan Ngepringan itu rusak parah sngkapan layar video Narso, Kepala Desa atau Kades Ngepringan, Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mandi lumpur di jalan rusak pakai seragam dinas. Ia protes atas jalan rusak yang sudah ada sejak tahun 2019.
Sosok yang dimaksud adalah Narso, Kepala Desa atau Kades Ngepringan, Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Narso melakukan aksi mandi lumpur dengan mengenakan seragam dinas di jalan kabupaten yang rusak parah, sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Daerah.

Narso protes setelah Jalan sepanjang 6 kilometer yang menghubungkan Kelurahan Mlale dan Ngepringan itu rusak parah sejak 2019.
Padahal, jalan itu menjadi satu-satunya akses bagi warga untuk menuju pasar, sekolah, maupun rumah sakit.
“Sebenarnya saya tidak sengaja protes tapi ini tadi mau berangkat kerja malah kepleset di situ malah adus sekalian gebyur sisan, tidak ada rencana mas sepintas sekalian,” ujar Narso, Selasa (20/12/2025), melansir dari Kompas.com.
Narso mengungkapkan bahwa warga merasa terisolasi akibat kondisi jalan tersebut.
“Warga sini itu seperti terisolasi mas, sampai punya keluarga yang di luar tidak mau ke sini karena akses,” benernya.
Ia menambahkan, meskipun jalan tersebut telah beberapa kali diumumkan akan dilelang untuk perbaikan, prosesnya tidak kunjung dilakukan.
“Artinya kan siap dibangun tahun 2025, tapi sampai 2026 tidak ada. 2024-2025 tidak dibangun,” katanya.
Narso berharap aksinya dapat mendorong Pemerintah Daerah segera melakukan perbaikan.
“Tidak perlu bagus banget yang penting rata bisa dilewati tidak becek mau aspal mau cor monggo karena udah parah banget. Itu yang bisa lewat truk kalau mobil kecil pasti nyangkut, bak online pecah itu juga pernah ada karena nyangkut,” tutupnya.
Sementara itu, Camat Jenar, David Supriyadi mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa menyalahkan tindakan yang dilakukan Narso. Karena banyaknya protes yang ia terima dari warga karena kondisi jalan yang rusak.
”Saya sebagai pembina ya sebaiknya hati – hati. Karena anggaran dari Pemda kan terbatas juga. Ya sabar bisanya cuma begitu saya,” ujarnya.
Sedangkan Kabid Bina Warga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Aribowo Sulistyo melalui pesan WA mengatakan, ada tim survei dari DPU sudah ke lokasi untuk melakukan survei.















