Wahanainformasi.com – Kulon Progo — Ratusan kambing ras Kaligesing terbaik dari berbagai daerah di Indonesia tampil dalam Kontes Ternak Kambing Ras Kaligesing Tingkat Nasional Piala Raja Tahun 2026 di Jogja Agro Park, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (13/9/2026).
Kontes yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY tersebut diikuti oleh sekitar 300 peserta dari berbagai daerah, antara lain DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga daerah di luar Pulau Jawa.

Selain menjadi ajang menampilkan ternak terbaik, kontes ini menjadi ruang bagi para peternak untuk bertemu, berbagi pengalaman, serta mendorong peningkatan mutu genetik dan kualitas pembibitan kambing Kaligesing.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diwakili oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, Hary Suhada, mengatakan kontes ternak memiliki arti strategis dalam mendorong peningkatan mutu genetik sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha peternak.
“Populasinya meningkat, mutu genetiknya meningkat, produktivitasnya juga meningkat, dan kesejahteraan peternak juga harus meningkat. Inilah tujuan akhir dari pembangunan peternakan,” tutur Hary.
Menurut Hary, pengembangan kambing Kaligesing perlu dilakukan secara terarah dengan memperkuat proses pembibitan dan seleksi ternak. Kambing Kaligesing sendiri telah ditetapkan rumpunnya melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2591 Tahun 2010.
Pengembangan berbasis data, kata dia, menjadi bagian penting dalam menghasilkan ternak berkualitas, antara lain melalui pencatatan silsilah, seleksi performa, pemanfaatan pejantan unggul, serta penerapan teknologi reproduksi.
Kontes ternak juga menjadi ruang untuk mempertemukan peternak dari berbagai daerah sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam menghasilkan ternak berkualitas. Juara kontes tidak berhenti pada piala dan penghargaan, tetapi diharapkan dapat menjadi sumber bibit dan inspirasi bagi peternak lainnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan kontes tidak sekadar menjadi ajang mencari ternak terbaik, tetapi juga mendorong peningkatan mutu genetik, produktivitas, kualitas pembibitan, dan profesionalitas peternak.
“Kontes ini tidak sekadar menjadi ajang mencari ternak terbaik, melainkan pendorong peningkatan mutu genetik, produktivitas, kualitas pembibitan, dan profesionalitas peternak,” kata Aris.
Ia menambahkan, peternak merupakan garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan kualitas ternak. Karena itu, pembangunan peternakan ke depan perlu menempatkan peternak sebagai subjek pembangunan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Sejalan dengan itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menilai kontes nasional tersebut menjadi ruang penting bagi peternak untuk saling berbagi pengalaman dan gagasan dalam menghasilkan ternak berkualitas.
“Dengan bertemunya para peserta lomba ini, menjadi salah satu ruang untuk saling bertukar pikiran, gagasan, dan ide bagaimana cara mencetak kambing-kambing yang bagus dan baik,” katanya.
Kontes tersebut juga menunjukkan potensi ekonomi ternak unggul. Nilai ekonomi ternak berkualitas dapat mencapai ratusan juta rupiah, sekaligus menunjukkan peluang pengembangan usaha pembibitan dan peternakan rakyat.
Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah turut memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Peternak Kambing DIY periode 2026–2031 sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpeternak.
Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, yang hadir mewakili Gubernur DIY sekaligus membuka kontes secara simbolis, menyebut kontes ternak dapat menjadi cermin kualitas ekosistem peternakan.
“Keberhasilan sebuah kontes bukan hanya diukur dari siapa yang membawa pulang piala, tetapi juga dari apa yang terjadi setelahnya,” kata Noviar.
Bagi Kementan, pengembangan kambing Kaligesing tidak berhenti pada kegiatan kontes. Peningkatan mutu genetik, kualitas pembibitan, produktivitas, dan profesionalitas peternak menjadi bagian penting agar potensi sumber daya genetik lokal dapat terus dikembangkan dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
Melalui sinergi pemerintah, pemerintah daerah, organisasi peternak, dan pelaku usaha, pengembangan kambing Kaligesing diharapkan mampu mendorong populasi dan produktivitas ternak yang semakin baik sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. (*)





















