Wahanainformasi.com – Sukabumi – Ketua Umum Wartawan Siber Indonesia (Wanci) , Hariyo Sasongko, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperketat pengawasan terhadap program ketahanan pangan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Langkah ini diambil menyusul besarnya alokasi anggaran negara yang dikucurkan untuk program tersebut, yang dinilai mencapai ratusan juta rupiah per desa.
Hariyo menegaskan bahwa media memiliki peran krusial sebagai fungsi kontrol sosial untuk memastikan uang rakyat tepat sasaran. Ia meminta para jurnalis yang tergabung di bawah naungan Wanci tidak segan-segan mengungkap setiap bentuk penyelewengan di lapangan.
“Pokoknya jangan ragu publikasikan biar masyarakat tahu, laporkan kepada aparat penegak hukum bila ditemukan ada BUMDES yang lakukan tindak pidana korupsi,” ujar Hariyo dalam keterangannya, Rabu (3/6).
Menurut Hariyo, program ketahanan pangan merupakan pilar penting bagi kesejahteraan masyarakat desa. Para Jurnalis yang tergabung diminta melakukan investigasi mendalam mulai dari proses perencanaan, realisasi anggaran, hingga dampak nyata program tersebut bagi warga setempat.
Wanci juga berkomitmen untuk menjalin sinergi dengan aparat penegak hukum (APH), baik kepolisian maupun kejaksaan. Jika dalam proses monitoring ditemukan bukti awal yang kuat mengenai adanya praktik korupsi, WSI akan langsung mengawal pelaporannya secara resmi.
Melalui instruksi ini, Hariyo berharap transparansi pengelolaan dana desa dapat meningkat secara signifikan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut aktif memberikan informasi dan laporan jika menemukan kejanggalan dalam proyek ketahanan pangan di wilayah mereka













