Wahanainformsi.com – Bandung – Setelah seluruh fraksi di Komisi X DPR RI menyetujui draf RUU Sisdiknas untuk diserahkan ke Badan Legislasi, Panja Revisi UU Sisdiknas langsung bergerak ke Bandung, Jawa Barat pada Kamis (10/7/2026) untuk menyerap masukan dari para pimpinan perguruan tinggi.
Bertempat di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pertemuan ini turut dihadiri oleh pimpinan PTN dan PTS, termasuk dari ITB, Unpad, Unsil, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya di Jawa Barat. Berbagai masukan strategis dibahas, mulai dari tata kelola pendidikan tinggi, penguatan LPTK, pengaturan guru, pembiayaan pendidikan, hingga memastikan alokasi anggaran pendidikan 20 persen benar-benar berdampak pada peningkatan mutu dan akses pendidikan di Indonesia.
“Masukan yang kami terima sangat luar biasa, baik terkait landasan filosofis maupun pengaturan dalam batang tubuh RUU, khususnya tata kelola pendidikan tinggi, fungsi LPTK, soal guru, pembiayaan, dan bagaimana mandatory spending 20 persen untuk pendidikan benar-benar dimanfaatkan bagi peningkatan mutu dan akses pendidikan di Indonesia,” ujar Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.
Komisi X DPR RI akan terus membuka ruang dialog dengan berbagai pemangku kepentingan agar RUU Sisdiknas yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dunia pendidikan saat ini dan masa depan.
Menurut kalian, isu apa yang paling mendesak untuk dibenahi dalam sistem pendidikan Indonesia: kualitas guru, pemerataan akses, pembiayaan pendidikan, atau tata kelola pendidikan tinggi?
















