SUKABUMI – Lembaga Swadaya Masyarakat Dampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba Gunung (LSM Dampal Jurig) Jawa Barat menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan melalui gerakan bertajuk “Selingkuh” (Selamatkan Lingkungan Hidup) di Kampung Panyindangan, RT 27 RW 04, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra Kelompok 22B yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut, bersama para pemuda Kampung Panyindangan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta unsur Muspika Kecamatan Kalapanunggal.
Aksi sosial dan konservasi alam itu diwujudkan melalui penanaman ratusan bibit pohon serta penebaran ribuan benih ikan di alur Sungai Cipalasari yang berada di kaki Gunung Halimun Salak.
Pada tahap pertama, sebanyak 200 bibit pohon ditanam. Jenis pohon yang ditanam meliputi tanaman keras seperti damar, rasamala, puspa, jati, mahoni, ki bodas, dan manglid. Selain itu, ditanam pula berbagai tanaman buah, di antaranya durian, alpukat, jeruk, jambu biji, sirsak, dan jambu Jamaika. Untuk mendukung konservasi lahan, turut ditanam bambu, kawung, pinang, dan jenis tanaman konservasi lainnya.
Lokasi penanaman diprioritaskan di sepanjang bantaran Sungai Cipalasari, halaman sekolah, perkantoran pemerintah, pekarangan warga, lahan kosong, serta kawasan yang rawan longsor.
Selain penanaman pohon, panitia juga menebarkan sekitar 5.000 benih ikan yang terdiri atas ikan nila, lele, sidat, soro, tawes, dan nilem di alur Sungai Cipalasari serta sejumlah kolam milik ketua RT, remaja masjid, dan Karang Taruna sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, mengatakan kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menyelamatkan lingkungan hidup melalui penghijauan dan konservasi alam. Sekaligus mendukung program Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Bupati Sukabumi H. Asep Japar melalui gerakan Hejokeun Leuweung, Hejo ku Resep Pepelakan. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh makhluk hidup dan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok KKN Universitas Nusa Putra Kelompok 22B, Moh. Raffi Alfatih, menyampaikan bahwa kelompoknya beranggotakan 10 mahasiswa, terdiri dari empat mahasiswa putra dan enam mahasiswi.
Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, LSM, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Penanaman pohon dan penebaran benih ikan ini merupakan harapan kami untuk menciptakan dampak ekologis yang berkelanjutan bagi Dusun Panyindangan. Sinergi antara KKN Universitas Nusa Putra Kelompok 22B, LSM Dampal Jurig, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bukti bahwa keberlanjutan alam hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama yang solid,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa KKN siap menjadi orang tua asuh pohon melalui program adopsi tanaman, sehingga pohon-pohon yang telah ditanam dapat terus dipantau dan dirawat hingga tumbuh dengan baik.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Para peserta berharap gerakan “Selingkuh” dapat menjadi inspirasi bagi berbagai daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi alam.















