Wahanainformasi.com – Cikidang, Sukabumi – ( 5/6/2026 ). Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, menjadi perbincangan publik setelah beredarnya video yang memperlihatkan menu makanan yang diterima siswa di salah satu sekolah dasar.
Dalam video tersebut terlihat satu paket makanan berisi satu butir telur rebus, roti, serta buah pisang yang dikemas dalam plastik. Namun perhatian tertuju pada kondisi pisang yang tampak lembek dengan kulit pisang yang sudah menghitam.
Unggahan yang beredar luas di media sosial itu memunculkan berbagai spekulasi terkait kualitas makanan yang disajikan. Sejumlah orang tua siswa mempertanyakan apakah kondisi buah tersebut masih layak dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.
Berdasarkan tayangan video yang beredar, pisang terlihat mengalami pelunakan yang cukup signifikan. Meski belum dapat dipastikan penyebabnya, beberapa pihak menduga kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh suhu panas saat proses distribusi maupun sistem pengemasan yang menyebabkan buah menjadi lebih cepat matang dan lembek.
Selain menyoroti kondisi buah, sejumlah orang tua juga mempertanyakan komposisi menu yang terdiri dari telur rebus, roti, dan pisang. Mereka berharap ada penjelasan resmi mengenai standar kualitas bahan pangan, harga, serta kandungan gizi yang menjadi acuan dalam pelaksanaan program MBG.
“Yang menjadi perhatian bukan hanya jumlah makanannya, tetapi juga kualitas bahan yang diterima anak-anak. Apalagi jika ada buah yang terlihat kurang segar, tentu menimbulkan pertanyaan dari para orang tua,” ujar salah seorang warga yang mengaku melihat video tersebut.
Pengamat pangan menilai bahwa dalam program penyediaan makanan untuk siswa, aspek keamanan dan kualitas bahan pangan harus menjadi prioritas. Buah-buahan yang didistribusikan seharusnya tetap berada dalam kondisi baik saat diterima penerima manfaat agar tujuan pemenuhan gizi dapat tercapai secara optimal.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola dapur MBG maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait video yang menjadi sorotan tersebut.
Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka mengenai standar pengadaan, proses pengemasan, distribusi makanan, serta kondisi bahan pangan yang disajikan kepada siswa agar tidak menimbulkan polemik dan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.










