Wahanainformasi.com – Setelah hampir satu bulan pelaksanaan proyek perbaikan ruang kelas sekolah SDN Legok Loa Citarik Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi tidak terpampang banner BPJS ketenagakerjaan.
Pada saat awak media Wahana Informasi mengunjungi lokasi proyek yang dikerjakan oleh CV. Karunia Putra, Rabu, 1/07/2026, terlihat pekerja tidak memakai alat pelindung diri dan sebagian tidak memakai rompi proyek maupun helm.

Saat itu juga pekerja proyek berkeluh kesah pihak pemborong proyek susah ditelepon dan kami juga susah meminta bahan bangunan.
Dan terlihat pekerja memakai kaso bekas bangunan sekolah yang usang untuk dipakai alat penopang plapon depan kelas yang sedang diperbaiki.
Pelaksana Proyek Tidak Memasang Banner BPJS Ketenagakerjaan
Dan saat awak media menelepon pihak pelaksana, pihak pelaksana H. Johandi mengaku akan memasang banner BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan pekerjaan sudah mencapai 75 %.
Dan H. Johandi tidak mengetahui pegawainya memakai bahan kaso bekas. Dan awak media sendiri melihat dan mendapat pengakuan dari pekerja itu sendiri, dengan alasan pemborong pada saat ini tidak merespon kebutuhan untuk pemasangan alat-alat kaso Plafon.
Untuk teknis dilapangan juga tidak ada pengawas dalam pengerjaan rehab kelas tersebut. Dan pekerja juga kadang suka dikerjakan di SDN Jayanti karena pemborong memiliki dua pekerjaan rehab kelas.
Semua itu terkesan bahwa praktik jual beli proyek pemerintah sudah diatur oleh Dinas Pendidikan, sehingga seorang pemborong dapat dua titik pekerjaan.
















