Perencanaan Asal Jadi, Bumdes Pasirbaru Tak serius Kelola Usaha. Rp. 125 Juta Mengendap Di Rekening

Uncategorized28 Dilihat

Perencanaan Asal Jadi, Bumdes Pasirbaru Tak serius Kelola Usaha. Rp. 125 Juta Mengendap Di Rekening.

Wahanainformai.com – Sukabumi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pasir Baru diduga menyelewengkan dana program ketahanan pangan tahun anggaran 2025. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk memperkuat ketersediaan pangan , justru digunakan dengan realisasi yang tidak jelas.

Di tahun anggaran 2025 pemerintah  desa Pasir Baru Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi gelontorkan anggaran untuk penyertaan modal Bumdesa ±Rp. 230.000.000 ( Dua ratus tigapuluh juta rupiah), Untuk program ketahanan pangan.

Hal ini mulai mencuat setelah warga masyarakat mencium adanya kejanggalan dalam realisasi anggaran ketahanan pangan tersebut.

Bantuan yang seharusnya bisa di rasakan dampaknya oleh masyarakat tak kunjung bisa di rasakan. Tak hanya itu warga juga  keluhkan ketidaktransparanan para pengurus Bumdes.

Pihak mediapun mencoba mengunjungi lokasi dimana salah satu unit usaha Bumdesa berfokus kepada peternakan domba.

Dari hasil penelusuran pada hari Jumat 29 Mei 2026 dilokasi dan keterangan dari warga sekitar  bahwa  jumlah domba di awal  hanya ada 14 ekor,  dan saat ini hanya ada sisa 8 ekor lagi yang terdiri dari ukuran besar 3 ekor dan yang ukuran kecil 5 ekor.

Menurut informasi yang didapat bahwa untuk lokasi tersebut itu sistem sewa kepada yang punya lahan dengan kisaran 4.500.000 ( empat juta lima ratus ribu rupiah ) pertahun.

Saat dikonfirmasi langsung pengurus Bumdes Pasir Baru Usup menyampaikan terkait dengan kegiatan sudah dialokasikan untuk 2 jenis kegiatan.

“Pelaksanaan untuk kegiatan peternakan domba dan kegiatan pengasinan ikan yang ada di wilayah Cibangban”. Ucapnya

Ditempat yang sama ketua unit pengelola Bumdes bidang peternakan Ruhiyat menjelaskan bahwa mewakili unit usaha domba menerima anggaran Rp. 85.000.000 ( Delapan Puluh Lima Juta Rupiah).

“Untuk Kandang Rp. 27.000.000 untuk beli domba 14 ekor Rp. 32.000.000 untuk yang tikang nyari rumput Rp.18.000.000, untuk yang ngasih makan domba Rp. 6.000.000 dan perawatan Rp. 3.000.000”. Ujarnya

Sementara itu salah seorang pengurus Bumdes menambahkan bahwa Rp. 20.000.000 dialokasikan untuk usaha di bidang pengasinan ikan.

Adapun menurut keterangan pengurus yang lain sisa anggaran Rp. 125.000.000 masih ada di rekening Bumdes.

Menanggapi hal tersebut ketua umum Wartawan Ciber Indonesia Hariyo Sasongko mengatakan banyak kejanggalan dalam melihat perkembangan dan pengelolaan Bumdes Pasir Baru.

“Ada anggaran mengendap lebih dari 100 juta, berarti perencanaan tidak matang dan terkesan asal-asalan”. Ungkapnya

Ia pun menambahkan bahwa jajarannya akan mengkaji hal ini lebih lanjut.

“Dari hasil investigasi banyak sekali kejanggalan dari mulai perencanaan dan pelaksanaan, logika saja orang dikasih modal 230.000.000 tapi dilihat belum ada progres dan cenderung rugi sepertinya”. Ungkapnya.

Aryo juga akan menyampaikan hasil dari kajian kepada pihak terkait dan bila ditemukan adanya Tipikor dirinya tidak akan segan untuk melaporkan oknum yang bermain dan menyalahgunakananggaran ketahanan pangan.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *