Wahanainformasi.Com, Lebak-Pengumuman Alokasi pengadaan pegawai dengan perjanjian kerja paruh waktu dilingkungan pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, Diduga Kepsek SDN 1 Girimukti Berkolusi Dan Nepotisme Demi status guru Honorer menjadi operator sekolah. Pada Selasa, 30 September 2025.
Menurut keterangan yang dikatakan Kepala SDN 1 Girimukti, terkait proses awal dua orang guru di tempat nya berkerja.
“Untuk Ruhenda, ia telah berbakti selama 20 tahun mengajar di SDN 1 Girimukti sebelum dirinya menjabat Kepala Sekolah,” terang nya.
Sambung Ruhenda, “awal masuk tahun 2005 Ruhenda berbekal ijasah SLTA, pada tahun 2008 memiliki ijasah D2 dari universitas Terbuka Serang,” ungkapnya.
Kembali kepala SDN1 Girimukti mengatakan bahwa Ruhenda berbakti hingga 2025 menjadi seorang pengajar,” ujarnya dan itu semua diakui oleh Ruhenda apa yang sudah dijelaskan oleh Kepala Sekolah.

Jika Hadna mulai kerja pada tahun 2018 di SDN 1 Girimukti berbekal ijasah SMK dan awal nya menjadi operator sekolah, lalu diperbantukan untuk menjadi pengajar atau guru hingga tahun 2025.
Semua keterangan yang disampaikan oleh Kepala SDN 1 Girimukti terkait terkait dirinya (Hadna) dibenarkan.
“Saya masuk kerja di SDN 1 Girimukti sebagi operator dengan bekal ijasah SMK merangkap jadi guru hingga sekarang,” ujar Hadna.
Menurut Hadna kepada tim media dan disaksikan kepala Sekolah dan beberapa guru mengatakan.
“Saat ini, saya sedang menunggu di wisuda sarjana (S1) pendidikan,”
Poses pendataan yang dilakukan oleh Kepala SDN 1 Girimukti dalam membuat pernyataan untuk perekrutan tenaga teknis atau menjadi operator sekolah, diduga ada unsur Kolusi dan Nepotisme.
Konflik In Interest telah dibangun oleh Kepala SDN 1 Girimukti dalam pembuatan pelaporan data yang dibuat untuk meloloskan Ruhenda dan Hadna dapat lolos P3K tahun 2024-2025 di Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Provinsi Banten diduga mengada-ada.
Selanjutnya kata Suherdi selaku kepala sekolah SD negeri 1 Girimukti mengatakan untuk Menjadi Guru itu Wajib Sarjana (S1) , dan Saya pun Membuat Surat Rekomendasi berupa Surat pertanyaan baik untuk Ruhenda dan Hadna.,ungkapnya
Setelah ijin pamit pulang, Kepala Sekolah SD negeri 1 Girimukti mencoba memberikan Amplop Putih , ” INI untuk Ganti Bensin “Pungkas nya
( TeamMedia/*Red)













