Puskesmas Simpenan Didatangi Guru dan Siswa Diduga Keracunan Makanan MBG

Wahanainformasi.com – Sukabumi – Puskesmas Simpenan di datangi empat pasien wilayah Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi yang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu, 28/1/2026.

Kasubag Puskesmas Simpenan, Reno Adiansyah membenarkan kedatangan empat orang pasien tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini baru berstatus dugaan keracunan dan belum dapat dipastikan penyebabnya.

“Sekitar pukul 15.30 WIB, satu orang guru PAUD datang ke Puskesmas dengan keluhan kebas, mual, pahit di mulut, serta sempat muntah di rumah. Saat dilakukan observasi, kondisinya masih cukup baik,” ujar Reno.

Selain guru PAUD tersebut, Puskesmas Simpenan juga menerima satu orang guru SD serta dua siswa yang mengalami keluhan serupa.

“Total ada empat orang pasien, terdiri dari dua orang  guru dan dua siswa awalnya, dan pihak Puskesmas telah melakukan penanganan medis terhadap para korban.”

Kami memberikan obat-obatan, dan untuk pasien yang mengalami sesak napas langsung diberikan oksigen. Penyelidikan epidemiologi juga sudah dilakukan,” katanya.

Staf Surveilans Epidemiologi Puskesmas Simpenan, Ibing Irianto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan dapur SPPG. Saat ini masih menunggu konfirmasi dari koordinator SPPG untuk melakukan kunjungan ke dapur,” ujar Ibing.

Dan nanti akan mengambil sampel menu MBG yang disajikan pada hari kejadian, mengingat tidak adanya muntahan pasien di Puskesmas yang dapat dijadikan sampel.

Rencananya kami adalah melakukan pengamanan sampel menu MBG hari ini untuk kemudian dikirim ke laboratorium. Untuk administrasi dan teknis dapur menjadi kewenangan penanggung jawab SPPG, sementara kami fokus pada penanganan korban serta penyelidikan epidemiologi di lapangan,” jelasnya.

Hingga berita ini dimuat, ada satu pasien lagi yang datang anak kecil dari Bojong Kopo. Pihak Puskesmas Simpenan belum bisa memastikan para korban keracunan akibat menyantap menu MBG, dan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil laboratorium dari makanan yang diduga menjadi penyebab para pasien mual-mual dan muntah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *