Wahanainformasi.Com, Lebak – Dalam Rangka menunjang sarana prasarana pembelajaran yang lebih baik, Kementerian Pendidikan (Kemendik) Dasar, Menengah RI menggelontorkan bantuan langsung sebesar Rp.651.000.000, untuk Revitalisasi, Rehabilitasi sekolah Menengah Negeri 2 (SMAN 2) Panggarangan Tahun Ajaran 2025.
Revitalisasi, Rehabilitasi SMAN 2 Panggarangan di Desa Gunung Gede Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak, mendapat bantuan langsung dari Kemendik RI sebesar Rp 651.000.000 yang bersumber dari anggaran APBN. Diduga para guru seperti Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana tidak dilibatkan dan dimonopoli oleh Oknum Bendahara serta tidak sesuai Desain Gambar. Pada Sabtu, 27 September 2025.
Menurut informasi masyarakat, bahwa pekerjaan Revitalisasi, Rehabilitasi SMAN 2 Panggarangan di kuasai langsung oleh bendahara sekolah merangkap Bendahara Panitia Pelaksana Swakelola Pembangunan (P2SP) bernama Tio.
Saat dikonfirmasi tim media, Bendahara SMAN 2 Panggarangan merangkap Bendahara P2SP di ruang tamu sekolah mengatakan.
“Saat rapat ada Kepala Sekolah, Saya (Bendahara), Komite, Konsultan dan seluruh Wakil Kepala juga hadir,” kata Tio, pada Jumat (26/9) sekira pukul 13.00 Wib.
Ketika ditanya salah satu rekan media, apakah atap dan rangka baja ringan diganti baru atau tidak dan Bendahara P2SP, menjelaskan.
“Atap dan rangka baja ringan tidak diganti dan rencana gambar tidak sama dengan pelaksanaan. Soal pondasi sekolah kita akan kerja dan meterial batu sudah ada 30 Kubik, pasir juga sudah dibeli lewat Pak Ketua Komite,” jelas Bendahara P2SP

Lanjut Tio Bendahara P2SP, bahwa dirinya sudah pesan Alat Pengaman Diri (APD) kepada teman, orang Rangkas untuk dibelikan.
“Sampai sekarang sudah 10 hari pengerjaan belum juga ada diantar,” ujar nya.
Berbeda dengan jawaban dari Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Wakil Kepala bidang Humas, saat ditemui tim media pada Kamis (18/9) pekan lalu.
“Saya tidak diberitahu apalagi diajak rapat terkait akan ada pekerjaan rehab sekolah dan mohon maaf saya tidak bisa bicara banyak silahkan nanti langsung tanya kepada Bendahara atau Kepala Sekolah saja, kebetulan beliau sedang tugas luar menghadiri rapat di Rangkas,” ucap Waka bidang Sarana Prasarana SMAN 2 Panggarangan. Kamis (18/9) pekan lalu.
Dan menurut keterangan salah satu pekerja saat ditanya diperintah siapa bekerja dan kenapa tidak menggunakan Alat Pengaman Diri (APD), mengatakan.
“Saya disuruh Pak Tio, bekerja membongkar kusen pintu, jendela, serta plafon dan sudah 4 hari kalau tidak salah. APD belum ada silahkan tanya ke Pak Tio saja, Pak (wartawan),” kata nya, Kamis (18/9).
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Ketua Komite SMAN 2 Panggarangan Heri, saat ditemui tim media dikediaman nya, menuturkan.
“Saya baru menjabat Komite belum satu tahun. Ketika rapat di sekolah kalau ga salah bulan Agustus 2025, jam 2 siang yang hadir ada Kepala Sekolah, Pak Tio (Bendahara), Saya (Komite) dan dua orang konsultan nama nya lupa,” tutur Heri selaku Ketua Komite.
Sambungnya Ketua Komite, selain Kepala Sekolah dan Pak Tio tidak ada guru yang ikut duduk hadir di rapat saat itu.
“Kalau guru yang lain tidak ikut duduk hadir di rapat, hanya ada 5 orang saja dan saya juga tidak diberikan gambar pekerjaan apalagi RAB nya. Batu belah dan pasir saya yang belanjakan, itu benar,” aku Ketua Komite SMAN 2 Panggarangan, pada Jumat (26/9) sekira pukul 15.00 Wib.
Untuk diketahui, pengadaan dan belanja besi holo dan plafon PVC dibeli dari Rangkasbitung oleh Kepala SMAN 2 Panggarangan, menurut yang disampaikan Tio selaku Bendahara P2SP.
Bahwa, Revitalisasi, Rehabilitasi SMAN 2 Panggarangan dengan anggaran Rp. 615.000.000 yang diterima untuk pengerjaan 1 Ruang Guru, 3 Ruang Kelas, perbaikan pondasi rusak, plafon GRC diganti PVC, kusen jendela diganti alumunium, kusen pintu alumunium. Terkait atap atau genteng baja berikut rangka nya tidak diganti.
Sampai Berita ini diterbitkan, Tim Awak Media masih mencoba menghubungi dan menemui Kepala sekolah SMAN 2 Panggarangan Guna diminati Tanggapannya.
(TeamMedia/*Red)
















