Wahanainformasi.com – SUKABUMI – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan ke-62 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Kesehatan meluncurkan program masif deteksi dini kanker serviks dengan menerjunkan 1.000 bidan untuk memeriksa ibu-ibu di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.
Program ini dilatarbelakangi tingginya angka kejadian kanker serviks di Indonesia yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan reproduksi wanita.
Berdasarkan data yang dipaparkan, kanker serviks adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel ganas tumbuh secara tidak terkendali di leher rahim atau serviks. Penyakit ini disebabkan oleh _Human Papilloma Virus (HPV)_ yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

*Fakta Mengerikan Kanker Serviks di Indonesia*
Data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2020 mencatat, prevalensi kanker serviks di Indonesia mencapai 17,2% dari seluruh kanker pada wanita, dengan jumlah sebanyak 36.633 kasus baru. Angka kematian akibat kanker serviks mencapai 19,1% dari seluruh kematian akibat kanker, atau sebanyak 21.003 kematian.
Kanker serviks bahkan tercatat sebagai peringkat ke-1 kanker ginekologi di Indonesia dan merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak terjadi pada perempuan setelah kanker payudara.
Data Globocan 2018 dan 2020 juga mencatat ada 32.469 hingga 36.633 kasus baru kanker serviks. Yang memprihatinkan, sebanyak 77,9% pasien datang sudah dalam stadium lanjut (Data Canreg HOGI). Akibatnya, 1-2 orang per jam meninggal akibat kanker serviks.
Sementara itu, cakupan skrining deteksi dini di Indonesia baru mencapai 9,35%, jauh dari ideal 80%.
Menanggapi hal ini, Kepala Puskesmas Cikakak, Jum’at, 9/10/2026, H. Budi mengharapkan para bidan di Kecamatan Cikakak mampu meningkatkan cakupan skrining di Kecamatan Cikakak.
“Kami ingin memastikan ibu-ibu di Cikakak bisa terdeteksi sejak dini. Jika terdeteksi di awal, kanker serviks sangat bisa disembuhkan. Jangan sampai mereka datang sudah stadium lanjut. Dengan 1000 bidan yang tersebar di Puskesmas, Posyandu, dan desa-desa, kami jemput bola,” ujar perwakilan bidan di Cikakak.
Para bidan nantinya akan melakukan pemeriksaan IVA Test dan edukasi pentingnya vaksinasi HPV serta pola hidup sehat.
“Saya mengimbau kepada seluruh ibu-ibu, khususnya usia 30-50 tahun dan yang sudah menikah, untuk tidak takut dan malu melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan ini gratis dalam rangka Hari Kesehatan ke-62.”Tutup Budi.
Deteksi dini adalah kunci untuk menyelamatkan generasi ibu-ibu diwilayah Cikakak dari bahaya kanker leher rahim.























