Wahanainformasi.com – SUKABUMI, Program peternakan domba yang digulirkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menuai kritik pedas dari warga setempat. Proyek yang digadang-gadang mampu mendongkrak ekonomi desa tersebut dinilai tidak efisien dalam merealisasikan anggaran.
Informasi yang dihimpun, BUMDes Gandasoli menerima total alokasi dana sebesar ±Rp.185 juta yang bersumber dari anggaran ketahanan pangan desa tahun 2025. Namun janggalnya, lebih dari separuh anggaran atau sekitar lebih Rp.95 juta lebih justru habis terkuras hanya untuk biaya pembuatan kandang domba.

Kondisi fisik bangunan kandang di lapangan kini menjadi pemicu utama gejolak. Warga menilai, kualitas dan fasilitas kandang yang berdiri saat ini sangat tidak sebanding dengan nilai efesiensi uang puluhan juta rupiah yang telah digelontorkan yang tidak sebanding dengan domba yang hanya dibelikan 30 ekor saja.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa megapa biaya pembuatan kandang lebih besar dari biaya pembelian domba?
“Kami mempertanyakan asas manfaat dan transparansinya. Bagaimana mungkin untuk kandang saja memakan biaya sampai Rp.95 juta rupiah lebih? Ini hampir separuh dari total modal awal. Sisa anggarannya tentu menjadi sangat minim untuk membeli bibit domba berkualitas,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Ketidakseimbangan porsi anggaran ini menimbulkan kekhawatiran bahwa program pemberdayaan ekonomi warga tersebut akan kurang maksimal bahkan gagal total akibat minimnya modal untuk operasional dan pengadaan hewan ternak.
Warga mendesak agar pihak pengurus BUMDes dan Pemerintah Desa Gandasoli segera membuka Rencana Anggaran Biaya (RAB) ke publik saat pengajuan perencanaan kegiatan tersebut.
Tim redaksi wahanainformasi.com berkesempatan untuk mendapatkan penjelasan dari Pengurus Bumdes secara langgsung pada hari Minggu,31 Mei 2026.
Salah seorang pengurus Bumdes Agil (Ketua) memaparkan bahwa seluruh anggaran untuk pembuatan kandang tersebut sudah sesuai dengan tematik proposal yang telah dajukan serta sudah di sepakati bersama untuk besarannya.
“Kandang ini di desain safety berukuran panjang 9 meter dan lebar 4,5 meter, bahan yang digunakan pun dari Besi Galpanis yang pembuatannya menelan anggran ±Rp.95 juta rupiah, insya Allah kuat hingga 35 tahun”. Ungkapnya.
Bahkan Ketua BUMDES menghadirkan tim perancang pembuatan kandang yang melaksanakan pembuatan kandang domba tersebut.
Agil pun kembali memaparkan bahwa awalnya Bumdes Gandasoli membeli 30 ekor domba dengan komposisi 20 ekor betina dan 10 ekor jantan.
“Kami sengaja membeli bibit domba pedaging protexel dengan kualitas terbaik yang kami datangkan dari luar daerah. Adapun kisaran harga untuk betina 1,8 juta rupiah perekor dan untuk jantan 2 juta perekor,
Untuk belanja bibit habis ±Rp.47.500.000″. Bebernya.
Lebih lanjut iapun memaparkan, untuk sisa anggran Rp. 42.500.000,- itu digunakan untuk bisya pemeliharaan dan vitamin, obat- obatan serta kebutuhan lainnya.
” Sampai saat ini sudah beranak 26 ekor, dan kemarin sudah menjual berapa ekor. Insya Allah target kami untuk menggenjot pendapatan asli desa bisa mencapai 15 juta pertahun dan akan terus berkembang untuk kedepannya”. Pungkasnya.
















