Status WA Picu Keributan, Ibu Rumah Tangga di Balandongan Sukabumi Meninggal Dunia. Kasus Kini Ditangani Polsek Baros Kota Sukabumi 

Wahanainformasi.com – SUKABUMI, 8/09/2026 –  – Sebuah pertengkaran yang dipicu unggahan status WhatsApp berujung duka di Kp. Balandongan, Kota Sukabumi. Seorang ibu rumah tangga bernama Pipit Rosita meninggal dunia setelah mendadak pingsan di tengah keributan pada Rabu, 2/9/2026.

Peristiwa bermula saat terjadi cekcok antar keluarga. Warga sekitar yang mendengar keributan langsung berdatangan ke lokasi. Ibu RT setempat bahkan menyaksikan langsung detik-detik kejadian, disusul kedatangan Bapak RW setelah keributan mereda.

Naas, di tengah pertengkaran tersebut Ibu Pipit mendadak pingsan. Kondisi kesehatannya kemudian memburuk drastis hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Tidak hanya itu, dalam peristiwa yang sama juga diduga terjadi penganiayaan terhadap seorang anak di bawah umur berinisial CL.

*Keluarga Tempuh Jalur Hukum*
Merasa tidak terima atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban langsung mengambil langkah hukum. CL dibawa ke RSUD R. Syamsudin, S.H. atau RSUD Bunut untuk menjalani Visum et Repertum sebagai bukti dugaan penganiayaan.

Seluruh rangkaian peristiwa ini kemudian resmi dilaporkan ke Polsek Baros. Keluarga berharap ada keadilan atas meninggalnya Ibu Pipit serta dugaan penganiayaan fisik dan mental terhadap anak tersebut.

*Respon Polsek Baros*
Kanit Reskrim Polsek Baros, Iptu Abduh Tadjudin, S.H., M.H membenarkan pihaknya telah menerima informasi dan laporan terkait kejadian di Balandongan tersebut.

Sejak awal, Polsek Baros mengarahkan keluarga untuk menempuh prosedur hukum resmi. Polisi juga telah mengantongi surat pernyataan awal dari keluarga korban yang disaksikan oleh pengurus RT dan RW.

“Berkoordinasi dengan jajaran Polres Sukabumi Kota, Polsek Baros berkomitmen mengawal tuntas proses hukum secara adil, transparan, dan profesional sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Hingga kini kasus masih dalam penanganan pihak kepolisian. Warga diimbau agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak memicu konflik yang berujung pada tindak kekerasan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *