*CISOLOK, Wahanainformasi.com* – Sebuah video kericuhan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Cisolok, Kabupaten Sukabumi, viral di grup Whatsap warga Kp Pajagan. Sekelompok orang yang mengaku dari media dan LSM dari luar kota diduga melakukan intimidasi terhadap nelayan yang tengah mengisi BBM, hingga berujung diusir massa nelayan.
Peristiwa tersebut terjadi pada *Jum’at, 10/01/2026 sekitar pukul 18.15 WIB*. Situasi di SPBN Cisolok sempat ricuh ketika tiga unit kendaraan roda empat berhenti di lokasi dan langsung menuduh nelayan melakukan penimbunan BBM, tanpa memperkenalkan diri, maksud dan berasal dari mana mereka itu.

Tak rela disebut melakukan praktik ilegal, seorang nelayan berinisial (A) bersama pegawai SPBUN memberikan penjelasan bahwa proses penjualan BBM jenis Pertalite sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penjualan dilakukan sesuai kuota nelayan yang tertera jelas dalam surat rekomendasi resmi dari Dinas Perikanan. Karena semua transaksi di SPBUN terintegrasi dan tercatat secara sistem Pertamina.
Namun, kelompok yang mengaku Media dan LSM dari luar Sukabumi tersebut tetap ngotot menuduh adanya penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi tersebut.
Adu mulut tak terhindarkan. Kericuhan itu pun memancing kedatangan nelayan lainnya dalam jumlah lebih banyak ke lokasi SPBUN. Massa nelayan yang terpancing emosi mulai tidak terkontrol dan mengepung kelompok tersebut.
Beruntung, situasi yang hampir anarkis itu dapat diredam setelah anggota Polsek Cisolok datang ke lokasi. Kelompok yang mengaku media dan LSM itu akhirnya diselamatkan dan dievakuasi oleh polisi untuk pergi dari kerumunan massa yang sudah memanas.
Seperti terlihat dalam foto yang beredar, suasana di depan SPBUN yang berlogo Pertamina tampak tegang, sejumlah nelayan terlihat berteriak dan menunjuk ke arah beberapa orang di dekat mobil hitam.
Sampai berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti nama LSM dan media tersebut serta dari daerah mana mereka berasal.


























